Menko AHY: Tidak Boleh Ada Masyarakat Kesulitan Air Bersih

banner 468x60

BALIKPAPAN – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan ketersediaan air bersih menjadi kebutuhan mendasar yang harus terus diperjuangkan agar masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan baik.

Hal tersebut ditegaskan Menko AHY saat meninjau sumur air Gunung Tembak di Kelurahan Teritip, Balikpapan Timur, bersama Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud, Kamis (8/10/2026).

Dalam peninjauan tersebut, Menko AHY mendengar langsung apresiasi masyarakat yang telah merasakan manfaat sumur bor berkapasitas 10 liter per detik.

Ia menegaskan manfaat tersebut perlu terus diperluas, mengingat kebutuhan air bersih di Balikpapan belum sepenuhnya terpenuhi.

“Tidak boleh ada masyarakat yang kesulitan mendapatkan air bersih, terutama di masa kemarau, El Nino berkepanjangan,” ujar Menko AHY.

Salah satu penerima manfaat sumur air Gunung Tembak adalah Pondok Pesantren Hidayatullah Balikpapan yang memiliki sekitar 1.300 santri. Pesantren yang berdiri pada 1976 tersebut tercatat telah menerima manfaat sumber air di kawasan Gunung Tembak sejak 1988.

Keberadaan sumber air ini turut mendukung kebutuhan sehari-hari dan kegiatan pendidikan di lingkungan pesantren.

Menko AHY menyampaikan saat ini ketersediaan air bersih di Balikpapan sekitar 1.500 liter per detik, sementara kebutuhannya mencapai kurang lebih 2.500 liter per detik.

Kesenjangan tersebut memerlukan langkah bersama untuk menambah pasokan secara bertahap sekaligus menyiapkan solusi jangka panjang.

“Tadi saya mendengar langsung masyarakat yang mengapresiasi dan menerima manfaat dari sumur bor 10 liter per detik. Tapi tentu masih banyak hal yang perlu kita kerjakan karena harus tercukupi,” tuturnya.

Menurut Menko AHY, pembangunan sumur-sumur bor menjadi salah satu upaya yang perlu terus dikawal.

Peningkatan kapasitas juga harus direncanakan dengan baik agar tambahan pasokan dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Ia turut menyoroti kemungkinan pemanfaatan pasokan air dari Sepaku Semoi, yang menurutnya saat ini telah memenuhi kebutuhan di Ibu Kota Nusantara (IKN).

Namun, opsi tersebut masih memerlukan perhitungan ulang secara menyeluruh karena jaraknya cukup jauh dan kebutuhan anggarannya besar.

Untuk itu, Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan akan mengawal koordinasi bersama Kementerian Pekerjaan Umum melalui balai terkait, pemerintah daerah, serta perusahaan daerah air minum guna mendorong peningkatan pasokan air bersih di Balikpapan.

“Yang penting, walaupun tidak bisa langsung besar suplai yang bisa kita tambahkan, tetapi selalu ada progres, selalu ada kemajuan. Sepuluh liter per detik, ditambah lagi 10 liter dan seterusnya,” kata Menko AHY.

Ia menegaskan pemenuhan kebutuhan air bersih merupakan tanggung jawab bersama yang harus terus dijaga kemajuannya.

Setiap tambahan kapasitas diharapkan semakin mendekatkan masyarakat pada layanan air bersih yang memadai, termasuk ketika menghadapi musim kemarau berkepanjangan.

Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud, Kepala Balai Wilayah Sungai Kalimantan IV Samarinda Andri Rachmanto Wibowo, Kepala SNVT Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air Kalimantan IV Indrasto Dwicahyo, Direktur Utama Perumda Tirta Manuntung Balikpapan Yudhi Saharudin, serta perwakilan Pondok Pesantren Hidayatullah Balikpapan Harja.

Menko AHY turut didampingi Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Dasar Nazib Faizal; Staf Khusus Menko Agust Jovan Latuconsina, Sigit Raditya, Irjen Pol Arief Rachman, dan Staf Khusus Menteri PU Ahmad Khoirul Umam.

( Abdi Novirta )

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *