Ongen Rangkore: Kepemimpinan Golkar Harus Netral dan Merangkul

banner 468x60

http://info86news.com | Saumlaki, 27 April 2026 – Dinamika Musyawarah Daerah (Musda) VI Partai Golkar Kabupaten Kepulauan Tanimbar tidak hanya menghadirkan proses pemilihan kepemimpinan, tetapi juga ruang refleksi tentang arah dan karakter kepemimpinan partai ke depan.

Proses Kepemimpinan dan Integritas
Dalam wawancara bersama media ini di sela pelaksanaan Musda di Aula Hotel Galaxi, calon ketua Fransiskus Ongen Rangkore menegaskan pentingnya proses dan integritas dalam membangun kepemimpinan di tubuh Partai Golkar.
“Sebelum menjadi pimpinan dia harus berproses, ada tim khusus untuk membantu dia untuk memuluskan menjadi seorang ketua,” ujarnya, menggambarkan tahapan yang harus dilalui seorang kandidat dalam dinamika internal partai.

Namun demikian, ia menekankan bahwa setelah terpilih, seorang pemimpin tidak lagi berada dalam ruang kepentingan kelompok tertentu. Kepemimpinan, menurutnya, harus berdiri di atas semua kepentingan kader.
“Ketika sudah terpilih, dia tidak lagi milik kelompok atau individu tertentu, dia sudah ada di kepemimpinan yang bersifat netral,” tegasnya.

Netralitas dan Kepemimpinan yang Merangkul
Lebih lanjut, Ongen mengingatkan bahwa netralitas itu harus diwujudkan dalam sikap yang merangkul seluruh kader, termasuk mereka yang sebelumnya tidak memberikan dukungan. Baginya, kepemimpinan partai memiliki tanggung jawab yang sama dengan kepemimpinan publik. “Wajib hukumnya dia harus melihat semua kader, bukan untuk tim-tim mereka tertentu,” katanya.

Dalam pandangannya, tantangan terbesar bukan pada penyusunan program, melainkan pada konsistensi pelaksanaan. Ia menyoroti pentingnya komitmen terhadap Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga partai sebagai fondasi kerja organisasi. “Program yang disiapkan itu harus dieksekusi, itu adalah komitmen dan integritas seorang pemimpin,” ujarnya.

Kaderisasi dan Regenerasi Partai
Ongen juga menaruh perhatian pada pentingnya kaderisasi sebagai kunci keberlanjutan partai. Ia mendorong agar regenerasi kepemimpinan berjalan secara terbuka dan memberi ruang bagi kader muda untuk tumbuh. “Kita bangga ketika kita bisa melahirkan tokoh-tokoh kader-kader baru, mereka bisa juga memimpin di partai itu,” ungkapnya.

Harapan untuk Kepemimpinan Baru
Meski tidak terpilih dalam Musda VI, Ongen tetap menaruh harapan besar terhadap kepemimpinan yang terpilih agar mampu menjaga kebersamaan dan menghindari fragmentasi internal. “Siapa pun yang nanti terpilih harus mengedepankan asas kebersamaan dan hindari prioritas kelompok atau individu tertentu,” pesannya.

Ia juga menilai dinamika yang muncul selama Musda merupakan hal yang wajar dalam kehidupan partai politik. “Itulah dinamika Partai Golkar, Saya rasa juga di partai-partai lain juga seperti itu,” tambahnya.

Penetapan Kepemimpinan dan Arah Baru
Sebagaimana diketahui, Musda VI secara resmi menetapkan Maria Gosan sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Kepulauan Tanimbar periode 2026–2030 melalui mekanisme aklamasi, setelah proses verifikasi menyatakan Ongen tidak memenuhi syarat dukungan minimal.
Penetapan tersebut menandai babak baru kepemimpinan Golkar di Tanimbar, sekaligus menjadi momentum penguatan konsolidasi partai dalam menghadapi tantangan politik ke depan.

Menjaga Persatuan dan Masa Depan Partai
Di tengah dinamika itu, pesan Ongen Rangkore menjadi penegas bahwa kekuatan partai tidak hanya terletak pada hasil, tetapi pada komitmen menjaga persatuan, integritas, dan keberlanjutan kaderisasi demi masa depan organisasi.(rls:jk)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *