Pasaman Berpeluang Sejajar dengan Daerah Terbaik di Sumbar, Roichard Tekankan Pembangunan Terukur dan Akuntabel

banner 468x60

PASAMAN, Info86News.com Kabupaten Pasaman memiliki potensi sumber daya alam, sumber daya manusia, serta modal sosial yang dapat menjadi kekuatan utama dalam mendorong percepatan pembangunan daerah. Namun, potensi tersebut harus dikelola secara optimal melalui tata kelola pemerintahan yang baik, integritas, transparansi, dan program pembangunan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Hal itu disampaikan Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Pasaman, Roichard, saat ditemui di Lubuk Sikaping, Selasa (13/10/2026), dalam momentum peringatan Hari Jadi ke-81 Kabupaten Pasaman.

Menurut Roichard, Pasaman memiliki peluang untuk terus berkembang dan sejajar dengan kabupaten/kota yang maju di Sumatera Barat. Akan tetapi, peluang tersebut tidak cukup hanya bertumpu pada besarnya potensi daerah, melainkan harus didukung oleh kebijakan yang tepat, pelaksanaan program yang konsisten, serta pengawasan yang efektif.

“Pasaman memiliki modal yang cukup untuk maju. Tantangannya adalah bagaimana mengelola seluruh potensi tersebut secara efektif agar benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menilai, kepemimpinan Bupati Pasaman Welly Suhery bersama Wakil Bupati Parulian Dalimunthe memiliki ruang untuk mendorong percepatan pembangunan melalui pelaksanaan program-program prioritas yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Namun, menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak semestinya hanya diukur dari banyaknya program yang direncanakan atau besarnya anggaran yang dialokasikan. Lebih dari itu, hasil pelaksanaan program harus dapat diukur, dievaluasi, dan dipertanggungjawabkan secara terbuka.

Sejumlah indikator yang perlu menjadi perhatian meliputi peningkatan kualitas pelayanan publik, pertumbuhan ekonomi daerah, penurunan angka kemiskinan dan pengangguran, serta pemerataan akses pendidikan dan layanan kesehatan.

“Setiap program harus memiliki sasaran yang jelas, dilaksanakan secara efektif, dan dievaluasi secara berkala. Anggaran yang digunakan juga harus dapat dipertanggungjawabkan, sehingga masyarakat mengetahui manfaat nyata dari pembangunan,” tegasnya.

Roichard menambahkan, pembangunan daerah bukan semata-mata tanggung jawab pemerintah daerah. Sinergi antara eksekutif, DPRD, dunia usaha, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen warga diperlukan agar kebijakan pembangunan selaras dengan kebutuhan masyarakat.

Membuka Peluang Kerja, Memperluas Kesejahteraan Masyarakat

Dalam upaya memperluas kesempatan kerja, Roichard menyoroti langkah Pemerintah Kabupaten Pasaman dalam memfasilitasi akses masyarakat terhadap peluang kerja di luar negeri, yang antara lain diperkenalkan melalui kegiatan bursa kerja atau job fair beberapa waktu lalu.

Menurutnya, inisiatif tersebut perlu ditindaklanjuti secara berkelanjutan melalui kerja sama dengan pihak penyedia kerja yang resmi, peningkatan kompetensi calon tenaga kerja, serta proses perekrutan dan penempatan yang aman sesuai ketentuan.

Pembukaan akses kerja, katanya, harus disertai langkah konkret untuk memastikan masyarakat memperoleh informasi yang benar, perlindungan yang memadai, dan kesempatan bekerja secara layak.

“Yang terpenting bukan hanya membuka peluang, tetapi memastikan masyarakat benar-benar memperoleh akses terhadap pekerjaan yang layak. Hasilnya perlu diukur dari jumlah tenaga kerja yang berhasil ditempatkan, perlindungan yang mereka terima, dan dampaknya terhadap kesejahteraan keluarga,” ungkapnya.

Ia menilai, keberhasilan program ketenagakerjaan juga perlu dilihat dari kemampuannya menciptakan dampak ekonomi yang berkelanjutan. Selain membuka peluang kerja di luar negeri, pemerintah daerah juga perlu mendorong tumbuhnya lapangan pekerjaan di dalam daerah melalui pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), peningkatan investasi, serta optimalisasi potensi ekonomi lokal.

Dengan demikian, masyarakat memiliki lebih banyak pilihan untuk meningkatkan taraf hidup tanpa harus bergantung pada satu sektor atau satu jenis kesempatan kerja.

Pasaman Bangkit Harus Dibuktikan dengan Hasil Nyata

Roichard menegaskan, semangat Pasaman Bangkit yang Berkarakter, Maju, dan Berkelanjutan perlu diwujudkan melalui kerja nyata, tata kelola pemerintahan yang transparan, serta evaluasi pembangunan secara berkesinambungan.

Menurutnya, cita-cita menjadikan Pasaman sejajar dengan daerah-daerah maju di Sumatera Barat merupakan target yang dapat diperjuangkan melalui perencanaan matang, konsistensi kebijakan, disiplin pelaksanaan program, dan keterbukaan terhadap kritik maupun evaluasi.

Peringatan Hari Jadi ke-81 Kabupaten Pasaman, lanjutnya, juga menjadi momentum penting untuk merefleksikan capaian pembangunan sekaligus mengidentifikasi berbagai pekerjaan rumah yang masih harus diselesaikan.

Pemerintah daerah perlu memastikan bahwa setiap kebijakan dan penggunaan anggaran memberikan dampak yang dapat dirasakan masyarakat, terutama dalam peningkatan pelayanan publik, penguatan ekonomi keluarga, pemerataan pembangunan, dan perluasan kesempatan kerja.

“Kita patut optimistis dengan potensi Pasaman. Tetapi optimisme harus berjalan bersama tanggung jawab. Keberhasilan pembangunan bukan hanya dinilai dari apa yang direncanakan pemerintah, melainkan dari apa yang benar-benar dirasakan masyarakat,” tutup Roichard.

Momentum Hari Jadi ke-81 Kabupaten Pasaman diharapkan tidak sekadar menjadi perayaan seremonial, tetapi juga menjadi pengingat bagi seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif, transparan, dan berkelanjutan.

(Abdi Novirta | Info86News.com)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *