http://info86news.com | Saumlaki – Di tengah kehidupan yang kerap diwarnai berbagai keterbatasan, keraguan, dan tantangan, iman tetap menjadi sumber kekuatan yang menuntun manusia untuk terus berharap kepada Tuhan.
Pesan itulah yang disampaikan Pastor Pius Heljanan MSC, Kuasi Paroki Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Lauran, Desa Lauran, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, dalam renungan pagi, Rabu (24/6/2026), yang mengangkat tema “Tangan Tuhan Menyertai Orang Taat Beriman”.
Berangkat dari bacaan Injil Lukas 1:57-66,80 tentang kelahiran Yohanes Pembaptis, Pastor Pius mengajak umat untuk merenungkan bagaimana kuasa Tuhan bekerja dalam kehidupan orang-orang yang tetap setia dan taat dalam iman.
Menurutnya, kisah kelahiran Yohanes Pembaptis merupakan salah satu peristiwa yang sarat makna spiritual. Yohanes lahir dari pasangan Zakaria dan Elisabet yang telah lama menantikan keturunan.
Dalam pandangan manusia, harapan itu tampak mustahil karena Elisabet dikenal mandul dan keduanya telah memasuki usia lanjut.
Namun, keterbatasan manusia tidak pernah menjadi penghalang bagi kuasa Tuhan.
“Tangan Tuhan menyertai dia. Saudaraku, kisah kelahiran Yohanes Pembaptis penuh dengan tanda heran. Elisabet mandul, bersama Zakaria suaminya telah lanjut usia. Namun mereka setia dalam beriman dan berharap pada kuasa Tuhan. Yohanes lahir sebagai bukti ketaatan iman,” ungkap Pastor Pius.
Renungan tersebut menjadi pengingat bahwa Tuhan selalu hadir dalam kehidupan orang-orang yang tetap percaya kepada-Nya. Kehadiran Tuhan tidak hanya tampak dalam bentuk berkat yang diterima, tetapi juga dalam perlindungan, penyertaan, dan pengharapan yang diberikan kepada setiap pribadi yang setia menjalani kehendak-Nya.
Pastor Pius menegaskan bahwa kelahiran Yohanes Pembaptis menunjukkan tidak ada sesuatu yang mustahil bagi orang yang percaya kepada Tuhan. Apa yang secara manusiawi terlihat tidak mungkin, dapat terjadi ketika seseorang menyerahkan hidupnya dalam iman dan ketaatan.
“Tangan Tuhan selalu terulur memberkati, melindungi dan menyertai orang percaya. Yohanes lahir dari rahim Elisabet yang mandul dan lanjut usia. Menegaskan bahwa tidak ada sesuatu yang mustahil bagi orang percaya,” katanya.
Dalam kehidupan sehari-hari, lanjut Pastor Pius, tidak sedikit orang yang merasa terbatas oleh kondisi ekonomi, kesehatan, pekerjaan, maupun berbagai persoalan lainnya. Keterbatasan tersebut sering kali melahirkan keraguan dan membuat manusia kehilangan harapan.
Namun justru pada saat itulah iman menemukan maknanya yang paling mendalam. Menurut Pastor Pius, ketika manusia menyadari keterbatasannya, di situlah ruang bagi Tuhan untuk menunjukkan karya-Nya yang agung.
“Bila kita ragu mengenai keterbatasan sebagai manusia, pada titik inilah muncul keyakinan bahwa Tuhan akan merajut rencana mulia bagi orang percaya yang taat kepada-Nya,” ujarnya.
Pesan tersebut mengandung ajakan agar umat tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan hidup. Sebab dalam setiap proses kehidupan, Tuhan memiliki rancangan yang sering kali melampaui pemahaman manusia.
Ketaatan dalam beriman, menurut Pastor Pius, bukanlah sebuah perjalanan yang sia-sia. Setiap kesetiaan yang dijalani dengan tulus akan menghasilkan buah pada waktunya sesuai kehendak Tuhan.
“Yakinlah tidak ada ketaatan dalam beriman yang sia-sia. Mujizat akan lahir dari orang taat beriman,” tegasnya.
Pada akhirnya, Pastor Pius mengajak umat untuk terus memelihara iman dan pengharapan di tengah berbagai tantangan zaman. Sebab kuasa Tuhan tidak dibatasi oleh kelemahan maupun keterbatasan manusia.
Sebaliknya, Tuhan justru kerap menghadirkan karya-karya besar melalui mereka yang tetap setia percaya kepada-Nya. “Ingat, kuasa Tuhan melampaui keterbatasan dirimu,” pungkas Pastor Pius Heljanan MSC.
Renungan ini menjadi pengingat bagi umat beriman bahwa harapan tidak pernah berakhir selama manusia tetap berjalan bersama Tuhan. Sebagaimana Elisabet dan Zakaria yang akhirnya menerima anugerah melalui kelahiran Yohanes Pembaptis, demikian pula setiap orang yang setia dalam iman akan menemukan bahwa tangan Tuhan selalu hadir menyertai perjalanan hidupnya.(jk)










