http://info86news.com | Saumlaki – Pastor Pius Heljanan MSC mengajak umat untuk tetap berbuat baik dan tidak membalas penolakan dengan kekerasan maupun keputusasaan dalam kehidupan sehari-hari.
Pesan tersebut disampaikan Pastor Pius Heljanan MSC yang melayani di Kuasi Paroki Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Lauran, Desa Lauran, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, dalam refleksi iman pada Senin (9/3/2026).
Dalam renungannya, Pastor Pius mengangkat kisah Injil Lukas 4:24–30 yang menceritakan penolakan terhadap Yesus di Nazaret saat Ia mengajar tentang kasih Allah bagi semua orang.
Menurut Pastor Pius, dalam kehidupan bersama sering terjadi seseorang yang berkata benar dan berbuat baik justru tidak disukai oleh orang lain.
“Dalam hidup bersama, terkadang ada orang yang berkata benar dan berbuat baik, namun justru ditolak oleh sesamanya karena iri hati, cemburu atau kesombongan,” kata Pastor Pius Heljanan MSC.
Ia menjelaskan bahwa peristiwa penolakan terhadap Yesus oleh masyarakat Nazaret menjadi pengingat bagi umat untuk tetap setia melakukan kebaikan.
“Mereka bahkan menghalau Yesus keluar kota untuk melemparkan Dia dari tebing. Namun Yesus mengajarkan bahwa ketika ditolak, jangan membalas dengan kekerasan atau putus asa, tetapi tetap fokus berbuat baik,” ujarnya.
Pastor Pius menegaskan bahwa kesetiaan dalam melakukan kebaikan merupakan bagian dari panggilan iman.
“Jika kita ditolak karena berbuat baik, tetaplah fokus melakukan kebaikan karena Tuhan selalu setia menyertai,” kata Pastor Pius Heljanan MSC.
Renungan tersebut diharapkan dapat menjadi penguatan iman bagi umat agar tetap menjaga sikap saling menghargai serta terus melakukan kebaikan dalam kehidupan bersama.(rls:ph/jk)










