http://info86news.com | Saumlaki – Pastor Pius Heljanan MSC dari Kuasi Paroki Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Lauran menyerukan agar umat tidak membawa kepentingan duniawi ke dalam rumah ibadah.
Pesan itu disampaikan dalam refleksi rohani pada Jumat pagi, 21 November 2025, di Desa Lauran, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Dalam pesannya, Pastor Pius menegaskan bahwa gereja bukan tempat menilai atau menghakimi sesama, melainkan ruang suci untuk berjumpa dengan Tuhan.
“Rumah-Ku telah kalian jadikan sarang penyamun,” ujarnya, mengutip Kitab Suci.
Pastor Pius menyoroti perilaku sebagian umat yang hadir ke gereja bukan untuk berdoa, tetapi terlibat dalam aktivitas yang tak selaras dengan nilai iman, seperti bergunjing, menilai orang lain, atau membawa kepentingan pribadi.
“Ke gereja bukan untuk berdoa tapi untuk menilai dan menghakimi sesama, bercerita, dan lain-lain,” katanya.
Ia mengingatkan bahwa dalam Kitab Suci Yesus pernah mengusir para pedagang dari Bait Allah, menandakan bahwa rumah ibadah tidak boleh dipakai sebagai ruang untuk transaksi dan perhitungan kepentingan duniawi.
“Bait Allah bukan tempat transaksi dan kalkulasi aneka kepentingan duniawi,” tegasnya.
Selain menjaga kesucian gedung gereja, umat juga diminta menjaga hati dari godaan materialisme dan keserakahan.
Pastor Pius menegaskan bahwa hati manusia adalah bait Allah yang harus tetap murni.
“Hatimu juga bait Allah, bait Roh Kudus. Jangan cemarkan hatimu dari segala bentuk transaksi keserakahan duniawi,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa umat telah dipersembahkan bagi Tuhan sejak dibaptis dan karena itu dipanggil untuk hidup dalam ketulusan iman.
“Jaga diri dari transaksi kesenangan duniawi. Dirimu telah dipersembahkan pada Tuhan saat dibaptis,” katanya.(jk)










