http://info86news.com | Saumlaki, 11 Maret 2026 – Pastor Paroki Gereja Katolik Hati Kudus Yesus (HKY) Olilit Barat, RD Ponsianus Ongirwalu, mengajak umat untuk menghidupi semangat kerahiman dan pengampunan dalam kehidupan sehari-hari.
Ajakan tersebut disampaikan dalam Misa Pertobatan di Rukun Santo Christoforus, Paroki HKY Olilit Barat, Desa Olilit Barat, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Dalam permenungan yang mengangkat tema “Kerahiman Mengalahkan Keadilan”, RD Ponsianus Ongirwalu mengingatkan umat agar tidak terjebak dalam pola pikir manusiawi yang cenderung membalas kesalahan dengan kesalahan.
Ia menjelaskan bahwa pesan kerahiman tercermin dalam Kitab Daniel, melalui kerendahan hati Azarya yang mengakui dosa bangsanya sambil memohon belas kasih Allah.
Sementara dalam Injil Matius, Yesus mengajarkan tentang pengampunan tanpa batas melalui perumpamaan hamba yang tidak berbelas kasihan.
“Jika kita hanya memakai prinsip keadilan manusiawi, maka kita akan selalu menghitung kesalahan orang lain. Namun kerahiman mengajak kita melampaui perhitungan itu dan memilih untuk mengampuni,” ujar RD Ponsianus Ongirwalu dalam refleksinya.
Menurutnya, sikap kerahiman perlu diwujudkan dalam berbagai relasi kehidupan, mulai dari hubungan dengan orang tua, pasangan hidup, anak-anak, hingga kehidupan sosial dalam komunitas gereja.
Dalam hubungan keluarga, ia mengingatkan umat agar tidak menyimpan luka masa lalu terhadap orang tua, melainkan merawat hubungan dengan kasih, terutama ketika mereka memasuki masa tua.
“Kadang kita masih menyimpan luka masa kecil terhadap orang tua. Kerahiman berarti memilih untuk tidak menghakimi kelemahan mereka, tetapi tetap melayani mereka dengan kasih,” katanya.
RD Ponsianus Ongirwalu juga menekankan pentingnya pengampunan dalam kehidupan rumah tangga. Menurutnya, sikap saling memaafkan menjadi kunci untuk menjaga keutuhan sakramen pernikahan.
“Mengampuni pasangan bukan karena ia selalu benar, tetapi karena kita memilih menjaga sakramen pernikahan lebih besar daripada ego pribadi,” ungkapnya.
Selain itu, ia mengajak umat membangun relasi yang penuh kasih dalam kehidupan komunitas, termasuk di lingkungan rukun.
Gesekan sosial, menurutnya, tidak dapat dihindari, namun harus diselesaikan dengan semangat kerahiman.
“Kerahiman mengajak kita merangkul kembali mereka yang sulit dan membangun komunitas yang inklusif, bukan komunitas yang hanya berisi orang-orang yang kita anggap suci,” katanya.
Pada akhir refleksinya, RD Ponsianus Ongirwalu mengingatkan bahwa Misa Pertobatan bukan sekadar ritual, melainkan momentum pembaruan hidup bagi umat.
“Hati yang keras harus menjadi lembut. Kita harus berani menyapa lebih dulu orang yang sedang berkonflik dengan kita,” ujarnya.
Ia menutup permenungan dengan mengutip Injil Matius 6:14, yang menegaskan pentingnya pengampunan dalam kehidupan iman.
“Sebab jika kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di surga akan mengampuni kamu juga,” tutup RD Ponsianus Ongirwalu.(rls:wu/jk)










