RD Ponsianus Ongirwalu Berkat Kapel Santo Andreas Rasul

banner 468x60

http://info86nees.com | Suasana Minggu Prapaskah II, 1 Maret 2026, terasa berbeda di Gereja Katolik Paroki Hati Kudus Yesus (HKY), Desa Olilit Barat, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

Umat berkumpul bukan hanya untuk merayakan Ekaristi, tetapi juga menyaksikan pemberkatan Kapel Santo Andreas Rasul, sebuah momen yang disebut sebagai tonggak sejarah bagi Kuasi Paroki KHY Lauran.

Di tengah doa dan nyanyian liturgi, RD Ponsianus Ongirwalu memimpin pemberkatan dengan khidmat. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa berdirinya kapel tersebut menjadi tanda nyata kebersamaan umat dan dukungan berbagai pihak.

“Hari ini, saat kita meresmikan dan memberkati kapel ini, kita melihat buah dari kolaborasi dan kasih,” ujar RD Ponsianus Ongirwalu di hadapan umat.

Ia secara khusus menyampaikan apresiasi kepada Andre Werembinan, anggota DPR Provinsi, yang dinilai memberi perhatian terhadap kebutuhan rohani umat di wilayah tersebut.

“Di tengah kesibukan sebagai wakil rakyat, beliau masih menaruh perhatian pada kebutuhan rohani umat. Bantuan ini adalah bentuk nyata sinergi antara Gereja dan Pemerintah melalui perwakilan rakyat,” katanya.

Ungkapan syukur juga datang dari Ketua Lingkungan 8, Petrus Balak. Dengan suara bergetar, ia menyampaikan bahwa kapel tersebut bukan sekadar bangunan fisik, melainkan jawaban atas doa umat selama ini.

“Kapel ini bukan sekadar bangunan batu dan semen, melainkan jawaban atas doa-doa kami. Bapa Andre telah membantu kami mendirikan ‘rumah’ tempat kami bertumbuh dalam iman,” ucap Petrus.

Senada dengan itu, Pastor Kuasi Paroki Lauran, RP Pius Helyanan MSC, menyebut pembangunan kapel sebagai buah kemurahan hati dan semangat berbagi demi kemuliaan Tuhan.

“Pembangunan Kapel Santo Andreas Rasul ini bisa berjalan dan selesai dengan baik berkat kemurahan hati yang mau berbagi demi kemuliaan Tuhan. Ini bukan hanya membangun gedung, tetapi membantu membangun bait Allah yang hidup,” tuturnya.

Perayaan pemberkatan berlangsung dalam suasana haru dan penuh syukur. Umat yang hadir memadati area gereja, menyaksikan simbol peresmian yang menandai babak baru perjalanan iman komunitas setempat.

Bagi umat di Lauran, kapel tersebut bukan hanya tempat beribadah, tetapi juga lambang persatuan dan harapan.

Momentum itu memperlihatkan bagaimana kolaborasi antara umat, gembala, dan wakil rakyat dapat melahirkan karya nyata yang menyentuh kebutuhan spiritual masyarakat.

Di penghujung perayaan, doa dipanjatkan agar semangat pelayanan terus menyala, dan kebersamaan yang telah terjalin tetap terpelihara dalam langkah-langkah pembangunan iman selanjutnya.(rls:po/jk)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *