http://info86news.com | Saumlaki – Aktivitas pembangunan di Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, tersendat.
Bukan karena kekurangan tenaga kerja, melainkan sulitnya mendapatkan semen. Kalaupun ada, harganya melonjak hingga Rp90.000 per sak ukuran 50 kilogram.
Kelangkaan ini mulai dirasakan warga dalam beberapa waktu terakhir. Sejumlah toko bangunan di Kota Saumlaki dilaporkan kehabisan stok.
Kondisi ini memicu keluhan masyarakat, terutama mereka yang tengah membangun atau merenovasi rumah.
Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengaku kesulitan memperoleh semen. Ia menyebut, beberapa toko yang biasanya menjadi tempat pembelian kini kosong.
“Sudah keliling, tapi kosong. Kalau pun ada, harganya sudah mahal sekali,” ujarnya.
Di Kompleks Pasar Omele, salah satu toko bangunan, Toko Samy, membenarkan kondisi tersebut. Pemilik toko mengaku tidak memiliki stok semen dan masih menunggu pasokan dari distributor.
“Saya tidak tahu ini kenapa begini, saya terima semen dari toko Aneka Tekhnik dan Sumber Tekhnik saja,” katanya.
Saat ditanya terkait lonjakan harga yang mencapai Rp90.000 per sak, ia mengaku hanya mengikuti harga dari pemasok.
“Yang penting sesuai kami punya harga, kami angkat dari sana berapa, kami sesuai jual berapa,” tambahnya.
Sementara itu, pemilik Toko Aneka Tekhnik, Lukas Thio, menjelaskan bahwa persoalan utama terletak pada distribusi yang mengalami keterlambatan. Menurutnya, pengiriman semen sangat bergantung pada kondisi cuaca di laut.
“Ini sebenarnya masalah distribusi, terlambat karena kapal-kapal tidak bisa jalan. Memang di sini kelihatan semua baik, tapi di laut tergantung cuaca,” jelasnya.
Ia menambahkan, saat ini terjadi antrean muatan kapal sehingga pasokan belum dapat segera tiba di Saumlaki.
Meski demikian, ia memperkirakan stok akan kembali normal pada awal bulan.
“Awal bulan sudah banjir semen. Sekarang semua lagi antre muat,” ujarnya.
Terkait lonjakan harga, Lukas memilih tidak berkomentar lebih jauh.
“Saya tidak bisa bilang apa-apa, memang kondisi juga. Semua masuk dengan biaya-biaya tersendiri. Saya tidak bisa komentar di harga-harga itu, sensitif sekali,” katanya.
Di sisi lain, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Cornelis Batmomolin, menyatakan pihaknya akan menurunkan staf untuk mengecek kondisi di lapangan.
“Nanti ada staf yang turun, tidak bisa kami menyampaikan sebelum kami di lapangan,” ujarnya singkat.
Kelangkaan semen ini menjadi perhatian warga, mengingat material tersebut merupakan kebutuhan utama dalam pembangunan.
Warga berharap distribusi segera normal agar aktivitas pembangunan kembali berjalan tanpa hambatan.(rls:jk)










