Pasaman, Sumatera Barat info86News.Com Satu tahun perjalanan pemerintahan Welly Suhery–H. Parulian di bawah semangat “Pasaman Bangkit” menjadi bukti nyata arah pembangunan yang tidak hanya berbasis slogan, tetapi kerja nyata, data akurat, dan dampak langsung bagi masyarakat. Dalam konferensi pers capaian satu tahun yang digelar di Ruang Balerong Pusako Anak Nagari, Rumah Dinas Bupati Pasaman, Senin (25/5/2026), Bupati Welly Suhery menegaskan komitmennya mengubah pola kerja birokrasi menjadi lebih terukur, inovatif, dan bertanggung jawab.
“Pasaman Bangkit bukan sekadar jargon. Setiap rupiah anggaran harus berdampak nyata, ada ukuran yang jelas, dan manfaatnya dirasakan warga. Saya minta seluruh kepala OPD bekerja serius, tidak sekadar laporan administratif, tapi hasil yang bisa dilihat dari data dan kesejahteraan rakyat,” tegas Welly didampingi Wakil Bupati H. Parulian, di hadapan Forkopimda, pimpinan OPD, akademisi, tokoh masyarakat, dan awak media.
10 Program Unggulan 100% Terlaksana, Anggaran Capai Rp258 Miliar
Hingga 30 April 2026, seluruh 10 program unggulan prioritas telah berjalan 100 persen dengan realisasi anggaran mencapai Rp258 miliar. Program-program tersebut menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat:
1. Berobat Gratis & Ambulans Sigap: Akses kesehatan tanpa hambatan biaya dan layanan darurat 24 jam.
2. Pendidikan & Seragam Gratis: Bebaskan biaya sekolah dan kurangi beban ekonomi keluarga.
3. Gerakan Nagari Bangkit: Perkuat karakter berbasis filosofi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah.
4. ASN Bangkit: Transformasi birokrasi yang disiplin, berintegritas, dan berorientasi pelayanan.
5. Bajak Gratis & Tata Kelola Pupuk: Dukung ketahanan pangan dan tekan biaya produksi petani.
6. 1.000 Lapangan Kerja: Buka peluang ekonomi lewat pelatihan, bursa kerja, dan UMKM.
7. Rehabilitasi RTLH: Pastikan warga kurang mampu memiliki tempat tinggal layak huni.
8. Pusat Kreativitas Anak Nagari: Wadah pengembangan bakat dan ekonomi kreatif generasi muda.
9. Internet Gratis Wilayah 3T: Pemerataan akses informasi dan pendidikan digital.
10. Nagari Tangguh Bencana & Data PKH: Kesiapsiagaan bencana dan penyaluran bantuan sosial tepat sasaran.
Data BPS: Indikator Makro Semua Mengalami Perbaikan Signifikan
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pasaman, Nita Andriani, memaparkan data statistik yang menunjukkan tren positif menyeluruh, menegaskan bahwa kebijakan pemerintah berada di jalur yang tepat (on the track):
– Angka Kemiskinan: Turun menjadi 6,02 persen dari tahun sebelumnya.
– Indeks Gini (Ketimpangan): Mencapai 0,207, menunjukkan distribusi pendapatan semakin merata.
– Indeks Pembangunan Manusia (IPM): Meningkat dari 70,61 menjadi 71,57, masuk kategori tinggi, didorong perbaikan kesehatan, pendidikan, dan standar hidup.
– Prevalensi Stunting: Mengalami penurunan berkelanjutan.
– Indeks Kepuasan Masyarakat: Naik dari 83 menjadi 87 poin (predikat Baik) lewat aplikasi SIKAMEK.
“Data ini membuktikan intervensi kebijakan pemerintah daerah tepat sasaran. Pembangunan berkualitas harus berlandaskan data yang akurat, mutakhir, dan terpadu,” ujar Nita Andriani, mengapresiasi penerapan Sistem Satu Data Indonesia di Pemkab Pasaman.
Evaluasi Ketat: Kerja Nyata, Ukur Hasil, Bukan Seremonial
Bupati Welly menegaskan ke depan tidak ada lagi program rutin yang sekadar menyalin tahun lalu. Seluruh OPD wajib menyusun kegiatan berbasis indikator terukur. Evaluasi akan fokus pada dampak nyata:
– Ketenagakerjaan: Diukur dari angka penempatan kerja dan penurunan pengangguran.
– Pendidikan: Dilihat dari kenaikan Indeks Partisipasi Sekolah.
– Ekonomi & Sosial: Mengacu pada pertumbuhan ekonomi, rasio gini, dan indeks kesejahteraan.
“Angka tidak pernah berdusta. Jika kerja serius, data akan naik. Jika hanya seremonial, capaian akan stagnan,” tegas Welly.
Tantangan ke Depan: Efisiensi Anggaran & Percepatan Pemulihan
Di tengah tantangan penurunan Transfer ke Daerah (TKD), Pemkab Pasaman berkomitmen melakukan efisiensi belanja non-prioritas dan mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Fokus utama 2026 meliputi perbaikan sistem pengawasan pupuk, pemulihan pascabencana, serta percepatan digitalisasi layanan publik.
Setahun perjalanan ini menjadi refleksi: pembangunan sejati diukur dari perubahan nyata di kehidupan warga. Dengan data yang kuat, program yang tepat sasaran, dan semangat kerja kolektif, Welly–Parulian terus mengarahkan Pasaman menuju daerah yang berkarakter, maju, dan berkelanjutan.

Bupati Pasaman Welly Suhery dan Wakil Bupati Pasaman H. Parulian, bersama jajaran Forkopimda, kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Tim Percepatan Pembangunan Kabupaten Pasaman saat konferensi pers capaian satu tahun pemerintahan, di Ruang Balerong Pusako Anak Nagari, Senin (25/5/2026).
(Dok. Opi/Rama Fajri/Gani Agustiawan/Nanda Prokopim, Setda dan Diskominfo Kab. Pasaman)
(Abdi Novirta)










