Wamenkop Farida Farichah Dorong KDKMP Jadi Motor Ekonomi Nagari, Pasaman Siapkan 21 Gerai

banner 468x60

JAKARTA, Pemerintah Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, terus mematangkan pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai salah satu upaya memperkuat ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.

Komitmen tersebut dibahas dalam audiensi Bupati Pasaman, Welly Suhery, bersama Wakil Menteri Koperasi Republik Indonesia, Farida Farichah, didampingi Asisten Deputi Pengembangan Produksi, Elviandi S., di Kantor Kementerian Koperasi RI, Jakarta, Kamis (22/10/2026).

Pertemuan itu membahas penguatan tata kelola koperasi, pembangunan gerai, serta pengembangan unit usaha yang disesuaikan dengan potensi unggulan masing-masing nagari di Kabupaten Pasaman.

Wakil Menteri Koperasi RI, Farida Farichah, menegaskan bahwa KDKMP diharapkan tidak sekadar menjadi tempat transaksi jual beli, tetapi juga berperan sebagai penggerak ekonomi masyarakat melalui pengelolaan potensi lokal, penguatan produksi, hilirisasi, dan perluasan akses pemasaran.

Menurut Farida, koperasi harus mampu menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama dalam kegiatan ekonomi di wilayahnya sendiri. Potensi yang dimiliki desa dan nagari perlu dipetakan, kemudian dikembangkan melalui sistem usaha yang terorganisasi dan berkelanjutan.

Melalui pendekatan tersebut, koperasi diharapkan dapat memperkuat posisi petani, peternak, pembudidaya ikan, pelaku UMKM, serta kelompok usaha masyarakat lainnya dalam rantai ekonomi lokal.

Farida juga menyoroti pentingnya peran koperasi dalam memperpendek rantai distribusi kebutuhan pokok. Dengan pengelolaan yang profesional dan jaringan pemasaran yang efektif, KDKMP diharapkan dapat membantu meningkatkan akses masyarakat terhadap produk kebutuhan sehari-hari dengan harga yang wajar.

Ia menegaskan, koperasi merupakan salah satu pilar penting dalam mewujudkan perekonomian nasional yang berlandaskan Pasal 33 UUD 1945, dengan menempatkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat sebagai bagian utama pembangunan ekonomi.

Karena itu, penguatan KDKMP perlu didukung oleh tata kelola yang transparan, partisipasi aktif anggota, pengembangan usaha yang sesuai kebutuhan masyarakat, serta pendampingan yang berkesinambungan.

Pasaman Siapkan 21 Gerai KDKMP

Menanggapi arahan tersebut, Bupati Pasaman, Welly Suhery, menyampaikan komitmen Pemerintah Kabupaten Pasaman untuk mendukung pengembangan KDKMP melalui strategi jemput bola dan pemetaan potensi ekonomi di tingkat nagari.

Dalam audiensi tersebut, Welly melaporkan bahwa pembangunan gerai KDKMP di Kabupaten Pasaman terus berjalan. Sebanyak 14 gerai telah selesai dibangun, sementara tujuh gerai lainnya masih dalam proses pembangunan dan ditargetkan rampung pada akhir 2026.

Dengan demikian, terdapat 21 gerai KDKMP pada tahap awal yang dipersiapkan untuk mendukung pengembangan kegiatan ekonomi masyarakat di Kabupaten Pasaman.

Menurut Welly, pembangunan gerai tersebut diarahkan agar tidak berhenti pada penyediaan infrastruktur fisik. Setiap koperasi diharapkan memiliki kegiatan usaha yang jelas, sesuai karakteristik wilayah, serta mampu memanfaatkan komoditas unggulan yang tersedia.

Salah satu potensi yang menjadi perhatian adalah pengembangan komoditas beras lokal di Nagari Languang, Kecamatan Rao Utara. Wilayah ini diarahkan untuk mendukung pengelolaan usaha perberasan secara terpadu, mulai dari produksi hingga pemasaran.

Sementara itu, Nagari Tarung-Tarung dan Nagari Langsat Kadap di Kecamatan Rao Selatan memiliki potensi pengembangan sektor perikanan budi daya.

Pengembangan usaha tersebut diharapkan dapat mencakup berbagai tahapan, mulai dari penyediaan sarana produksi dan pakan, pembibitan, kegiatan budi daya, hingga pemasaran hasil perikanan.

Dengan pendekatan berbasis potensi wilayah, KDKMP diharapkan mampu membuka peluang usaha baru, memperluas akses pasar bagi produk lokal, serta meningkatkan nilai tambah komoditas yang dihasilkan masyarakat.

Kopi dan UMKM Jadi Peluang Usaha Generasi Muda

Selain sektor pertanian dan perikanan, Bupati Welly juga menyoroti peluang pengembangan usaha kopi melalui konsep kafe yang saat ini semakin diminati kalangan anak muda.

Menurutnya, tren tersebut dapat menjadi peluang bagi koperasi untuk merangkul generasi Z dan milenial agar terlibat dalam kegiatan ekonomi produktif, termasuk pengembangan usaha kopi, pemasaran produk lokal, dan penguatan UMKM.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat melahirkan model usaha koperasi yang lebih adaptif terhadap perkembangan pasar dan kebutuhan generasi muda.

Keterlibatan anak muda juga dinilai penting untuk mendorong inovasi, memperluas pemasaran melalui platform digital, serta menciptakan peluang kerja dan wirausaha di tingkat nagari.

Namun, agar dapat berkembang secara berkelanjutan, setiap unit usaha perlu didukung perencanaan bisnis yang matang, pengelolaan keuangan yang tertib, sumber daya manusia yang kompeten, serta pemetaan pasar yang realistis.

Pemkab Harapkan Pendampingan Kementerian Koperasi

Bupati Welly berharap Kementerian Koperasi RI terus memberikan pendampingan dan dukungan dalam pengembangan 21 gerai KDKMP tahap awal di Kabupaten Pasaman.

Menurutnya, pendampingan diperlukan agar koperasi tidak hanya selesai dibangun secara fisik, tetapi juga mampu beroperasi secara optimal, memiliki kegiatan usaha produktif, serta memberikan manfaat nyata bagi anggota dan masyarakat.

Keberhasilan KDKMP, lanjutnya, sangat ditentukan oleh kesiapan pengurus, partisipasi anggota, pemilihan jenis usaha yang tepat, serta kemampuan koperasi membangun kemitraan dengan produsen dan jaringan pemasaran.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Pasaman juga menyerahkan cenderamata kepada Wakil Menteri Koperasi RI sekaligus menyampaikan undangan kepada Menteri dan Wakil Menteri Koperasi untuk menghadiri agenda peluncuran resmi KDKMP di Kabupaten Pasaman.

Welly berharap jajaran Kementerian Koperasi dapat berkunjung ke Pasaman pada akhir Desember 2026 atau awal Januari 2027.

Ia menilai kehadiran pemerintah pusat akan menjadi dorongan moral sekaligus momentum untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pengurus koperasi, dan masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Pasaman berharap pengembangan KDKMP dapat menjadi langkah konkret dalam memperkuat ekonomi nagari, meningkatkan nilai tambah komoditas lokal, memperluas kesempatan usaha, serta mendorong perputaran ekonomi yang lebih besar di tengah masyarakat.

Dengan dukungan tata kelola yang baik dan usaha yang sesuai potensi daerah, KDKMP diharapkan tumbuh menjadi koperasi produktif yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat Pasaman.

Abdi Novirta

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *