Welly Suhery Dorong Pemuda Duo Koto Jadi Pelopor Pelestarian Adat dan Budaya Pasaman

banner 468x60

Pasaman, Sumatera Barat info86news.com  Di tengah kekhawatiran akan memudarnya identitas budaya di kalangan generasi muda, Pemerintah Kabupaten Pasaman kembali menegaskan komitmen kuatnya dalam menjaga warisan leluhur. Bupati Pasaman, Welly Suhery, secara khusus mengajak organisasi kepemudaan dan sanggar seni untuk tampil sebagai garda terdepan pelestarian adat sekaligus benteng moral generasi penerus.

Pesan strategis ini disampaikan Welly saat menghadiri acara pengukuhan kepengurusan Pemuda-Pemudi Tuah Basamo Andilan dan pengukuhan Sanggar Seni Budaya Aua Sarumpun di Kecamatan Duo Koto, Minggu (24/5/2026). Kehadiran Bupati disambut antusias masyarakat dan tokoh adat setempat, yang menilai perhatian pemerintah daerah terhadap pengembangan budaya dan pemuda sangat positif.

Ninik Mamak Andilan, Sahrul Munaz, dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga dan apresiasi atas kehadiran langsung Bupati Welly. Ia berharap kepengurusan yang baru dikukuhkan mampu mengangkat potensi daerah sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat.

“Kami sangat mengapresiasi perhatian Bapak Bupati. Harapan kami, kepengurusan baru ini dapat memajukan daerah dan menjaga keharmonisan di tengah masyarakat,” ujar Sahrul Munaz.

Dalam arahannya, Welly Suhery menegaskan bahwa keberadaan organisasi pemuda dan sanggar seni bukan sekadar seremonial, melainkan harus menjadi motor penggerak utama pelestarian nilai luhur.

“Rawatlah adat dan kesenian ini, jaga kelestariannya agar bisa diwariskan kepada anak cucu kita nanti. Ini adalah identitas kita sebagai warga Pasaman,” tegas Welly di hadapan para pemuda dan tokoh masyarakat.

Bupati juga menekankan bahwa kemajuan daerah tidak hanya ditopang oleh kecerdasan akademik semata, tetapi juga karakter yang kuat. Menurutnya, Pasaman sangat membutuhkan generasi muda yang tidak hanya pintar, tetapi juga memahami adat istiadat, berakhlak mulia, dan memiliki fondasi keagamaan yang kokoh.

“Pasaman tidak hanya butuh generasi yang cerdas, tetapi juga generasi yang kuat karakternya, paham adat, dan kokoh imannya. Inilah modal utama membangun daerah,” tambahnya.

Pada kesempatan itu, Welly juga memberikan apresiasi tinggi kepada Sanggar Seni Budaya Aua Sarumpun yang menampilkan beragam kesenian tradisional. Penampilan tersebut dinilai sebagai bukti nyata bahwa kepedulian generasi muda terhadap warisan budaya masih sangat hidup dan terjaga.

Lebih jauh, Welly mengaitkan kegiatan seni budaya ini dengan program unggulan pemerintah daerah, yaitu Pekan Kreativitas Anak Nagari. Program ini terus didorong sebagai wadah pengembangan bakat sekaligus sarana menjauhkan generasi muda dari pengaruh negatif.

“Ke depan, kreativitas anak nagari akan terus menjadi prioritas perhatian kami. Pemuda yang sibuk dan aktif dalam kegiatan positif, otomatis akan terjaga dari hal-hal yang tidak baik,” ujar Welly.

Di akhir acara, Bupati Welly Suhery secara resmi mengucapkan selamat bertugas kepada seluruh pengurus baru. Ia berharap Pemuda-Pemudi Tuah Basamo Andilan dan Sanggar Seni Budaya Aua Sarumpun mampu menjadi ruang pembinaan yang produktif, serta menjadi penjaga setia nilai adat dan budaya Pasaman untuk masa depan yang lebih baik.

Suasana haru dan kebersamaan semakin terasa saat Bupati Welly turut serta menari manortor bersama para pengurus dan seniman, menandakan kedekatan emosional pemimpin daerah dengan akar budaya masyarakatnya.


MANORTOR — Bupati Pasaman, Welly Suhery, tampak manortor bersama kepengurusan Pemuda-Pemudi Tuah Basamo Andilan dan Sanggar Seni Budaya Aua Sarumpun di Kecamatan Duo Koto, Minggu (24/5/2026). Dalam kesempatan itu, Bupati mengajak generasi muda menjadi pelopor sekaligus penjaga utama kelestarian adat dan budaya daerah.

(Abdi Novirta)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *