http://info86news.com | Saumlaki – Malam sudah melewati tengah hari ketika tiga sepeda motor mulai bergerak menyusuri lorong-lorong lingkungan Paroki Hati Kudus Yesus Olilit Barat, Kecamatan Tanimbar Selatan, Sabtu (9/5/2026). Jalanan mulai lengang, sebagian besar warga telah beristirahat. Namun, bagi Tim Patroli Lingkungan Cinta Kasih (LC), malam justru menjadi waktu penting menjaga rasa aman umat.
Patroli dimulai tepat pukul 24.00 WIT. Tim bergerak dari markas menuju sejumlah titik lingkungan umat, mulai dari Yakobus, Natar Kaumpu, Seminari, Klinik Fatimah, Biara PBHK, hingga lingkungan Santa Anna sebelum kembali ke markas.
Di bawah perhatian Pastor Paroki HKY Olilit Barat, RD Ponsianus Ongirwalu, patroli lingkungan bukan sekadar rutinitas malam. Kegiatan itu menjadi bentuk tanggung jawab sosial Gereja dalam menjaga ketertiban dan kenyamanan bersama di tengah masyarakat.
Ketua LC bersama anggota tim, yakni Lewen F, Gian Y, dan Jhon, menyisir sejumlah ruas jalan dan titik yang dianggap rawan menjadi tempat berkumpul anak muda hingga larut malam.
Di beberapa lokasi, tim mendapati sekelompok anak muda masih nongkrong sambil memutar musik dengan suara keras. Situasi itu langsung direspons secara persuasif oleh petugas patroli.
“Team membubarkan mereka agar kembali ke kediaman masing-masing guna beristirahat,” demikian isi laporan patroli yang disampaikan kepada RD Ponsianus Ongirwalu.
Langkah sederhana itu menyimpan pesan sosial yang kuat. Di tengah meningkatnya kekhawatiran masyarakat terhadap kenakalan remaja, pesta miras, hingga potensi gangguan keamanan pada malam hari, pendekatan humanis menjadi pilihan yang terus dijaga.
Tidak ada bentakan. Tidak ada tindakan represif. Anak-anak muda itu hanya diminta pulang untuk beristirahat dan menjaga ketenangan lingkungan.
Patroli lingkungan yang dilakukan umat bersama Gereja menunjukkan bahwa menjaga keamanan bukan semata tugas aparat negara. Ada kesadaran kolektif yang tumbuh di tengah umat untuk menjaga kampungnya tetap aman, tenang, dan bermartabat.
Bagi RD Ponsianus Ongirwalu, keterlibatan umat dalam patroli malam juga menjadi ruang pendidikan sosial. Gereja hadir bukan hanya di altar, tetapi juga di jalan-jalan lingkungan tempat umat hidup dan bertumbuh bersama.
Selama patroli berlangsung, situasi dilaporkan aman dan terkendali. Namun, lebih dari sekadar laporan keamanan, kegiatan itu memperlihatkan satu hal penting: kepedulian sosial masih hidup dan dijaga bersama di tengah masyarakat Olilit Barat.
“TUHAN YESUS KRISTUS senantiasa melindungi dan memberkati katong semua,” tulis Ketua LC dalam penutup laporannya kepada RD Ponsianus Ongirwalu.(jk)










