http://info86news.com | Lauran – Di tengah kehidupan yang semakin sibuk dan keras, Pastor Pius Heljanan mengingatkan umat agar tidak kehilangan arah dalam menjalani iman dan kehidupan sosial.
Bagi Kuasi Paroki Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Lauran, Desa Lauran, Kecamatan Tanimbar Selatan itu, kasih kepada Allah tidak dapat dipisahkan dari kasih kepada sesama manusia.
Pesan itu disampaikan Pastor Pius Heljanan MSC dalam renungan Minggu pagi, 10 Mei 2026, yang menyoroti pentingnya menjaga hubungan kasih dengan Tuhan di tengah realitas dunia yang dinilai mulai kehilangan kepekaan terhadap kebenaran dan tindakan kasih.
“Yang mengasihi Aku, ia akan dikasihi Bapa-Ku, Aku pun akan mengasihi dia,” kutip Pastor Pius dari Injil Yohanes 14:15-21.
Bagi Pastor Pius, kasih kepada Tuhan bukan sekadar diucapkan melalui doa atau ibadah, melainkan diwujudkan melalui ketaatan menjalankan firman dan perintah Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menegaskan, Yesus tidak pernah membiarkan umat-Nya berjalan sendiri menghadapi berbagai tantangan hidup.
Karena itu, setiap orang percaya dipanggil untuk tetap setia memelihara hubungan dengan Allah melalui tindakan nyata yang menghadirkan kasih bagi sesama.
“Di tengah dunia yang tuli mendengarkan firman-Nya, bungkam menyerukan kebenaran dan lumpuh melakukan tindakan kasih, kita dipanggil untuk menghidupkan dan merawat kasih Allah bagi sesama,” ujar Pastor Pius Heljanan MSC.
Pesan tersebut menjadi refleksi yang tajam terhadap situasi sosial yang kini perlahan dipenuhi sikap individualis, mudah menghakimi, tetapi minim kepedulian.
Banyak orang mengaku beriman, namun mulai lelah menolong, enggan mendengar penderitaan sesama, bahkan memilih diam terhadap ketidakadilan di sekitar mereka.
Pastor Pius mengingatkan, iman yang sejati justru diuji ketika seseorang tetap mampu mengasihi di tengah situasi yang tidak mudah.
Menurutnya, tindakan sederhana seperti peduli, menolong, dan menjaga hubungan baik dengan sesama merupakan bentuk nyata menghadirkan kasih Allah dalam kehidupan sosial. “Jangan mengeluh mengasihi dan berbuat baik bagi sesama,” pesan Pastor Pius Heljanan MSC.
Di tengah perubahan zaman dan tantangan kehidupan modern, pesan itu menjadi pengingat bahwa manusia tidak hanya dipanggil menjadi pribadi yang saleh di altar gereja, tetapi juga menghadirkan kasih dan kepedulian di tengah kehidupan masyarakat.(jk)










