http://info86news.com | Saumlaki – Suasana pagi di wilayah Desa Lauran, Senin (11/5/2026), terasa tenang. Di tengah kehidupan umat yang berjalan sederhana di kawasan pesisir Kepulauan Tanimbar, pesan tentang keberanian mempertahankan kebenaran kembali disampaikan Pastor Pius Heljanan.
Kuasi Paroki Gereja Katolik Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Lauran itu mengajak umat untuk tetap menjadi saksi kebenaran Kristus di tengah kehidupan yang dinilai semakin dipenuhi berbagai tantangan moral dan sosial.
Dalam refleksi rohaninya yang mengacu pada Injil Yohanes 15:26–16:4a, Pastor Pius menegaskan bahwa setiap orang percaya dipanggil untuk menyuarakan kebenaran, sekalipun harus menghadapi penolakan dan tekanan.
“Kamu harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku,” kutip Pastor Pius dalam pesan renungannya.
Menurutnya, Yesus telah menjanjikan kehadiran Roh Kebenaran yang berasal dari Bapa untuk menyertai umat dalam memberi kesaksian tentang kebenaran sejati.
Kehadiran Roh Kebenaran disebut menjadi penguat bagi umat beriman ketika menghadapi dunia yang cenderung membiarkan praktik ketidakbenaran berkembang.
Pesan tersebut sekaligus menjadi refleksi kritis terhadap situasi kehidupan sosial yang dinilai sering kali menempatkan suara kebenaran pada posisi sulit. Mereka yang menyampaikan kebenaran, menurut Pastor Pius, tidak jarang menghadapi penolakan, fitnah hingga ancaman.
“Kita dipanggil untuk menjadi saksi kebenaran dalam dunia yang mengagungkan praktik kejahatan dan membungkam suara kebenaran,” demikian isi refleksi yang disampaikan Pastor Pius.
Ia juga mengingatkan bahwa perjuangan mempertahankan nilai kebenaran tidak selalu berjalan mudah. Dalam kehidupan sosial, tekanan terhadap orang yang mempertahankan iman dan nilai moral disebut dapat muncul dalam berbagai bentuk.
“Resikonya, kita ditolak, dibenci, difitnah bahkan diancam dibunuh. Tetaplah setia pada Yesus. Jangan kecewa, takut dan putus asa. Roh kebenaran akan hadir menyertaimu,” tulis Pastor Pius.
Pesan itu menjadi ajakan spiritual bagi umat Katolik untuk tetap menjaga iman, keberanian, dan keteguhan hati di tengah perubahan zaman serta tantangan kehidupan sosial yang terus berkembang.(jk)










