Pastor Pius Heljanan MSC: Di Ujung Dukacita Ada Sukacita

banner 468x60

http://info86news.com | Saumlaki – Suasana pagi yang tenang di wilayah Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Lauran, Jumat (15/5/2026), menjadi ruang permenungan mendalam ketika Pastor Pius Heljanan MSC menyampaikan refleksi rohani bertajuk “Di Ujung Dukacita Ada Sukacita.”

Melalui pesan iman yang sederhana namun menyentuh realitas kehidupan umat, Pastor Pius mengajak masyarakat untuk tetap memelihara harapan di tengah berbagai tekanan hidup yang semakin berat.

Menurutnya, kehidupan manusia tidak pernah lepas dari pengalaman kehilangan, kegagalan, maupun penderitaan yang sering kali mengguncang keteguhan batin. “Tidak ada seorang pun yang dapat merampas kegembiraanmu,” ungkap Pastor Pius mengawali refleksinya dengan mengutip Injil Yohanes 16:20-23a.

Ia menjelaskan, peristiwa kenaikan Yesus Kristus ke surga meninggalkan kesedihan mendalam bagi para murid. Mereka merasa kehilangan sosok yang selama ini menjadi penghibur, penuntun, sekaligus sumber kekuatan iman. Namun di tengah kegelisahan itu, Yesus justru memberikan janji peneguhan bahwa Ia tetap menyertai umat-Nya.

Menurut Pastor Pius, pengalaman para murid tidak jauh berbeda dengan pergumulan manusia masa kini. Banyak orang, katanya, sedang bergumul dengan persoalan hidup yang menghadirkan rasa kecewa dan putus asa. “Kita selalu berhadapan dengan pengalaman pahit yang menghadirkan kesedihan, kekecewaan dan keputusasaan. Orang yang sangat kita cintai meninggalkan kita selamanya, gagal dalam usaha atau cita-cita, ekonomi berantakan, ditipu orang terpercaya, hingga tertimpa bencana,” ujarnya.

Di tengah situasi sosial dan ekonomi yang terus berubah, Pastor Pius menilai banyak orang perlahan kehilangan pengharapan karena merasa berjalan sendiri menghadapi persoalan hidup.

Karena itu, ia mengingatkan bahwa iman seharusnya menjadi kekuatan utama untuk bertahan, bukan sekadar simbol keagamaan. “Sadarilah Tuhan tidak membiarkanmu sendirian. Dia selalu hadir dalam hidupmu untuk mengubah duka menjadi sukacita,” katanya.

Refleksi tersebut sekaligus menjadi pengingat kritis bahwa masyarakat saat ini kerap terjebak dalam kecemasan berkepanjangan akibat tekanan ekonomi, relasi sosial yang rapuh, hingga menurunnya kepedulian antarsesama.

Dalam kondisi demikian, Pastor Pius mengajak umat agar tidak kehilangan arah dan tetap percaya bahwa selalu ada jalan keluar di balik kesulitan. “Selalu ada terang di balik kegelapan. Miliki pengharapan bahwa Tuhan akan menolongmu di saat yang tepat,” pesan Pastor Pius Heljanan MSC.

Pesan rohani itu mendapat perhatian umat karena dinilai dekat dengan realitas kehidupan sehari-hari masyarakat Tanimbar yang juga sedang menghadapi berbagai tantangan sosial dan ekonomi.

Di tengah dukacita yang sering datang tanpa diduga, harapan dan iman dinilai tetap menjadi kekuatan yang menjaga manusia untuk tidak tenggelam dalam keputusasaan.(jk)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *