Pasaman, Sumatera Barat info86news.com Pemerintah Kabupaten Pasaman mengikuti Rapat Koordinasi Khusus lintas sektoral secara daring guna menyusun langkah antisipasi menghadapi fenomena El Nino dan potensi kebakaran hutan serta lahan (karhutla) pada periode 2026–2027. Rakor ini melibatkan Kemenko Polkam, Kementerian Kehutanan, BNPB, BMKG, serta berbagai pemangku kepentingan terkait.
Mewakili Bupati Pasaman, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Asrial Arfandi Hasan menghadiri kegiatan didampingi Kepala Pelaksana BPBD Pasaman. Berdasarkan data prakiraan iklim, puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Juli hingga Agustus 2026, yang berpotensi memicu kekeringan dan meningkatkan risiko kebakaran.
“Belajar dari pengalaman sebelumnya, kewaspadaan harus ditingkatkan sejak dini. Pengawasan di wilayah rawan perlu diperketat agar kebakaran dapat dicegah sebelum meluas,” ujar Asrial.
Ia menyebutkan sejumlah kecamatan yang masuk kategori rawan karhutla, yakni Mapat Tunggul, Rao Utara, Panti, Dua Koto, dan Mapat Tunggul Selatan. Kepada BPBD dan instansi terkait, ia meminta memperketat pemantauan titik panas serta menyiapkan sarana dan petugas siaga.
Selain itu, masyarakat diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar dan menghindari aktivitas yang berisiko menimbulkan api. “Pencegahan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi butuh peran serta seluruh warga. Kesadaran bersama adalah kunci menjaga lingkungan dan mencegah bencana,” tegasnya.
Melalui koordinasi ini, Pemkab Pasaman berharap kesiapsiagaan berjalan optimal, sehingga risiko dan dampak karhutla dapat ditekan seminimal mungkin.
(Abdi Novirta)










