Padang, Sumatera Barat info86News.com Maraknya aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di sejumlah daerah di Sumatera Barat dinilai Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) sebagai persoalan kompleks yang tidak bisa diselesaikan dengan satu pendekatan saja.
Ketua DPD GMNI Sumatera Barat, Muhammad Yusra, menegaskan praktik ilegal ini telah menimbulkan dampak serius: merusak lingkungan, mencemari sumber air, hingga memicu risiko bencana. Di sisi lain, persoalan ini juga erat kaitannya dengan aspek sosial dan ekonomi, mengingat banyak warga menggantungkan penghidupan dari sektor tersebut.
“Kami mendukung sepenuhnya langkah aparat dalam menindak tegas pelanggaran hukum dan perlindungan alam. Namun, penindakan semata tidak akan memutus mata rantai masalah secara tuntas,” tegasnya.
Menurut Yusra, dibutuhkan kolaborasi lintas pihak dan solusi jangka panjang yang menyentuh akar permasalahan. Negara dan pemerintah daerah harus menghadirkan kebijakan yang memberikan kepastian hukum, sekaligus membuka akses ekonomi alternatif yang layak bagi masyarakat.
“Tanpa solusi yang menyentuh sisi ekonomi dan kepastian berusaha, praktik serupa akan terus terulang. Diperlukan langkah terpadu, bukan hanya menindak sesaat,” imbuhnya.
GMNI berharap seluruh elemen bersinergi menciptakan tata kelola pertambangan yang adil, berkelanjutan, dan mengutamakan kesejahteraan rakyat serta kelestarian lingkungan.
(Abdi Novirta)










