BPI Dorong SDM Lokal Isi Peluang Kerja Blok Masela

banner 468x60

BPI Mulai Rekrut Tenaga Terampil Tanimbar untuk Blok Masela
http://info86news.com | Saumlaki – Langkah pengembangan sumber daya manusia lokal mulai dipercepat menjelang tahapan proyek strategis Blok Masela yang digarap perusahaan energi INPEX Corporation.

Setelah proses FEED (Front End Engineering Design) rampung dan tahapan lelang barang serta jasa mulai berjalan, Badan Pengembangan Industri (BPI) bersama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar didorong untuk bergerak seirama dengan jadwal proyek.

Direktur BPI, Joe Noya, menilai sinkronisasi program pengembangan SDM dengan tahapan proyek menjadi kunci agar masyarakat Tanimbar tidak sekadar menjadi penonton di tanah sendiri.
“Pemda Tanimbar harus mengikuti time schedule proyek Inpex di Blok Masela supaya desain konsep pengembangan SDM oleh BPI dan Pemda dapat berjalan sinergi paralel dengan program proyek Inpex,” ujar Joe Noya.

Pelatihan Dasar Dibuka di Saumlaki
BPI mulai membuka berbagai program sertifikasi kompetensi bagi calon tenaga kerja lokal. Sedikitnya terdapat 20 bidang sertifikasi keselamatan kerja (safety), tujuh bidang hospitality untuk level Grade D, dan 14 bidang technical supporting untuk level Grade C.

Seluruh pelatihan dasar tersebut akan dipusatkan di Tanimbar Industrial Training Center di Kota Saumlaki. Program ini disiapkan sebagai pintu awal bagi putra-putri Tanimbar agar memiliki kompetensi dasar sebelum memasuki sektor industri energi dan migas.

Joe Noya mengajak masyarakat memanfaatkan peluang tersebut secara maksimal. “Seluruh calon tenaga kerja Tanimbar diharapkan segera mendaftarkan diri di kantor BPI untuk mendapatkan penjelasan lengkap mengenai program Pemda KKT yang sedang dijalankan bersama mitra kerja Disperindag,” katanya.

Program Grade B untuk Sektor Hilir
Pada sektor hilir energi, BPI meluncurkan 21 bidang sertifikasi kompetensi untuk kru marine yang nantinya bekerja di area offshore, termasuk fasilitas FPSO dan terminal terapung LNG.

Tahapan verifikasi, pembinaan karakter, hingga pelatihan sertifikasi keselamatan akan dilaksanakan di Tanimbar. Setelah itu peserta akan diberangkatkan ke Cilacap untuk mengikuti pendidikan lanjutan bersama Akademi Maritim Nusantara dan menjalani magang di kilang minyak Cilacap.

Tak hanya sektor marine, peserta pelatihan bidang konstruksi juga akan menjalani pelatihan lanjutan dan magang industri di Cilegon, termasuk kawasan industri Daekyung. Sementara peserta bidang manajemen akan mengikuti pelatihan di JTTC Yogyakarta.

Program tersebut dirancang agar tenaga kerja lokal memiliki pengalaman industri sebelum proyek Blok Masela memasuki tahap operasional. “Putra-putri Tanimbar harus meraih peluang ini untuk mendapat sertifikasi kompetensi bidang marine untuk bekerja di area offshore, baik di FPSO maupun floating terminal LNG,” ujar Joe Noya.

Grade A Disiapkan untuk Hulu Energi
BPI juga membuka program Grade A yang difokuskan pada sektor hulu energi. Sebanyak 22 bidang sertifikasi kompetensi disiapkan untuk lulusan perguruan tinggi teknik dan vokasi.

Peserta yang lolos seleksi awal akan menjalani pelatihan dasar di Tanimbar sebelum diberangkatkan ke Yogyakarta untuk pendidikan teori. Tahap berikutnya berupa praktik industri akan dilakukan di sejumlah fasilitas ternama di Jakarta dan Bandung, termasuk fasilitas Indo Turbin dan IPTN.

Program vokasional ini berlangsung selama satu tahun dan melibatkan instruktur dari kalangan profesional serta alumni industri migas nasional maupun internasional seperti ARCO, BP, PHE, dan Santos.

Selain itu, peserta juga diharapkan dapat menjalani magang di Kilang Bontang melalui dukungan Pemda Kepulauan Tanimbar dan pihak Inpex.

Prioritas peserta diberikan kepada kelompok usia 20 hingga 40 tahun dengan latar belakang pendidikan minimal Diploma III dan Sarjana dari jurusan elektro, mesin, dan instrumen.

Sasaran rekrutmen mencakup alumni berbagai perguruan tinggi seperti Universitas Pattimura, ITB, UI, UGM, ITS, hingga UPN Yogyakarta. “Kepada seluruh orang tua di Saumlaki, harap mendaftarkan putra-putri mereka untuk mengikuti program ini agar dapat bekerja sebagai operator profesional di bidang turbin, maintenance operation, maupun produksi LNG,” kata Joe Noya.

Harapan untuk Pemerintah Daerah
Di tengah besarnya peluang industri energi di Tanimbar, BPI berharap pemerintah daerah, OPD terkait, dan DPRD dapat memperkuat koordinasi dengan pihak Inpex agar program pengembangan SDM berjalan terarah dan berkelanjutan.

Menurut Joe Noya, keberhasilan proyek Blok Masela tidak hanya diukur dari nilai investasi, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat lokal mampu mengambil bagian dalam operasional industri tersebut. “Ada suatu kebanggaan bagi Inpex bila plant di Blok Masela bisa di-handle oleh putra-putri Tanimbar, di mana sumber daya alam migas ditemukan dan diproduksi,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan seluruh elemen daerah agar momentum proyek strategis nasional ini benar-benar membawa dampak ekonomi dan peningkatan kualitas SDM bagi masyarakat Tanimbar. “Jangan ada kepentingan lain selain semua kekuatan lokal Tanimbar bersatu untuk memajukan Tanimbar secara mandiri, bahkan bisa menjadi pelopor pengembangan SDM di seluruh Maluku,” tutup Joe Noya.(rls:fn/jk)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *