Pastor Pius Heljanan MSC: Kesetiaan yang Berbuah Keselamatan

banner 468x60

http://info86news.com | Saumlaki, Selasa 19 Mei 2026 – Pagi yang tenang menyelimuti Desa Lauran, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Dari wilayah pelayanan Kuasi Paroki Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Lauran, sebuah pesan iman kembali disampaikan Pastor Pius Heljanan MSC kepada umat mengenai makna kesetiaan dalam menjalankan kehendak Tuhan.

Dalam refleksi Injil Yohanes 17:1-11a, Pastor Pius mengangkat doa syafaat Yesus yang memohon kepada Bapa agar memuliakan Anak-Nya.

Menurutnya, kemuliaan itu bukan hadir melalui kenyamanan hidup, melainkan melalui jalan pengorbanan dan salib yang dijalani Kristus hingga tuntas. “Yesus telah memuliakan Bapa di bumi dengan menyelesaikan tugas yang dipercayakan kepada-Nya. Jalan itu disempurnakan melalui pengorbanan dan kasih tanpa batas,” ungkapnya.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa setiap pengikut Kristus dipanggil untuk ikut ambil bagian dalam misi kasih yang sama. Kesetiaan kepada Tuhan, kata Pastor Pius, diwujudkan melalui tindakan sederhana namun mendalam, seperti saling mengasihi, mengampuni, melayani, dan berbuat baik tanpa syarat.

Di tengah kehidupan yang semakin dipenuhi tantangan sosial, egoisme, dan sikap saling menyalahkan, refleksi itu terasa relevan.

Pastor Pius menilai, manusia sering kali menginginkan keselamatan tanpa kesediaan memikul tanggung jawab dan pengorbanan. Padahal, jalan iman tidak pernah terlepas dari ujian kesetiaan. “Salib dan pengorbanan adalah jalan yang harus dilalui. Namun Tuhan tidak pernah menutup mata terhadap setiap kesetiaan umat-Nya,” tuturnya.

Ia juga mengajak umat agar tidak mudah goyah dalam menjalankan nilai-nilai kebaikan, sekalipun harus menghadapi kesulitan ataupun ketidakadilan.

Menurutnya, iman yang hidup bukan hanya diucapkan lewat doa, tetapi dibuktikan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Bagi Pastor Pius, keselamatan bukan sekadar harapan di akhir hidup, melainkan buah dari kesetiaan yang terus dipelihara dalam relasi dengan Tuhan dan sesama manusia. “Percayalah, kesetiaan dalam melaksanakan misi mulia Tuhan akan memperoleh ganjaran keselamatan,” pesannya.

Refleksi itu menutup pagi di Lauran dengan sebuah pengingat sederhana namun tajam: bahwa kebaikan, kasih, dan pengorbanan tidak pernah sia-sia di hadapan Tuhan.(jk)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *