http://info86news.com | Saumlaki — Rabu (19/11/25) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Tanimbar, dr. Edwin Tomasoa, menyampaikan apresiasi terhadap kerja tim penyusun Rencana Umum Penanaman Modal (RUPM) dalam Focus Group Discussion (FGD) finalisasi dokumen tersebut.
Ia menilai penyusunan berjalan baik dan mampu menampilkan progres signifikan dalam perencanaan investasi daerah.
“Kami memberikan apresiasi kerja tim yang baik sehingga sudah bisa menampilkan yang terbaik. Investasi dari sisi kesehatan itu cukup bertahan dari tahun ke tahun, dan kebetulan tahun depan juga ada pembangunan rumah sakit dengan sumber dana APBN, yang bisa meningkatkan investasi pertama di bidang kesehatan,” ujar dr. Edwin Tomasoa saat sesi diskusi.
Meski mengapresiasi, dr. Edwin menyoroti pembagian zonasi investasi yang saat ini hanya dikelompokkan dalam tiga wilayah, yakni utara, tengah, dan selatan.
Menurutnya, pembagian tersebut masih terlalu umum dan belum mengakomodasi potensi lintas sektor di setiap kawasan.
Ia menjelaskan sektor energi, industri, perikanan, dan pertanian memiliki keterkaitan wilayah yang tidak sepenuhnya dapat dibatasi oleh tiga zonasi makro tersebut.
“Yang menjadi perhatian kami, yaitu pada zonasi investasi yang hanya terbagi atas tiga zonasi. Utara lebih cocok untuk perikanan dan pertanian, selatan energi terbarukan, namun di tengah juga memiliki potensi penting untuk sektor-sektor tersebut. Apakah harus hanya dibagi tiga, atau perlu sub-sub zonasi agar peluang investasi lebih terbuka ke depan,” tegasnya.
dr. Edwin juga menyinggung implementasi program nasional terkait MBG (Maluku Berbasis Gas atau program pengembangan berbasis energi) yang menurutnya seharusnya berlaku merata di seluruh wilayah Tanimbar, bukan pada zona tertentu saja.
Ia menilai perencanaan zonasi harus dikawal untuk jangka panjang dan disesuaikan dengan kesiapan infrastruktur.
“Pondasinya adalah sebelum infrastruktur mendukung pertumbuhan ekonomi. Ada hal yang mungkin belum bisa direalisasikan dengan zonasi seperti itu,” tambahnya.
Melalui forum ini, Dinas Kesehatan berharap penyempurnaan dokumen RUPM dapat memberi arah investasi yang lebih terstruktur, berlapis, serta adaptif terhadap dinamika pembangunan lintas sektor.
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar menggelar Focus Group Discussion (FGD) sebagai tahap akhir penyusunan dokumen Rencana Umum Penanaman Modal (RUPM) 2025 yang berlangsung Selasa, 18 Januari 2025, pukul 09.30 WIT di Caffe Radja, Hotel Beringin Dua, Saumlaki.
Asisten Bidang Pembangunan, Ekonomi dan Kemasyarakatan Setda Kepulauan Tanimbar, Agustinus Songupnuan, mewakili Bupati menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, termasuk tim konsultan.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada tim penyusun yang dipimpin Dr. Maria Christina Endarwati atas kontribusi akademis dan teknis dalam penyempurnaan laporan.
Materi penyusunan RUPM dipaparkan oleh Dr. Maria Christina Endarwati, Ir., ST., MIUEM, akademisi dan praktisi perencana wilayah dengan pengalaman di sejumlah lembaga nasional dan internasional. Materi mencakup visi, regulasi, hierarki perencanaan nasional, analisis potensi daerah, hingga roadmap investasi jangka panjang.
Dokumen ini menjadi acuan sinkronisasi antara RPJMD daerah, RUPM provinsi, dan kebijakan penanaman modal nasional.
Pemkab berharap hasil forum ini menjadi dasar penyempurnaan dokumen sebelum diimplementasikan dalam rencana investasi jangka panjang daerah.
Dokumen final RUPM akan menjadi pedoman sektor prioritas, arah penanaman modal, serta sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, industri, dan masyarakat.
Peserta yang diundang meliputi organisasi perangkat daerah (OPD), lembaga provinsi, instansi teknis seperti UPP, Imigrasi, Bea Cukai, BMKG, BPS, serta perusahaan seperti PT Inpex Masela, PT PLN, PT Telkom, dan perbankan. Sejumlah organisasi profesi dan pelaku usaha turut terlibat, termasuk KADIN, HIPMI, hingga Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kepulauan Tanimbar.(jk)










