http://info86news.com | Saumlaki – Pastor Paroki Gereja Katolik Paroki Hati Kudus Yesus Olilit Barat, RD Ponsianus Ongirwalu, menutup rangkaian kunjungan pastoral di Rukun Santo Aloysius Gonzaga (Algon), Sabtu (23/5/2026), setelah berjalan selama lebih dari enam bulan di Desa Olilit Barat, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Kunjungan terakhir berlangsung di rumah keluarga Bapa Aloysius Saikmat dan keluarga Bapa Primus Malirmasele, usai Perayaan Misa Penutupan Novena Roh Kudus.
Dalam suasana penuh haru, keluarga Aloysius Saikmat menyampaikan rasa syukur atas kunjungan pastoral yang dinilai menjadi penguatan iman bagi keluarga mereka. “Tuhan melangkah masuk ke dalam rumah kami tepat saat Roh-Nya dicurahkan,” ungkap keluarga tersebut.
Mereka menilai kehadiran Pastor Paroki bersama Ketua Rukun dan Badan Pengurus Rukun (Baperus) bukan sekadar agenda rutin gereja, melainkan bentuk nyata perhatian pastoral kepada umat. “Kunjungan ini bukan sekadar kunjungan biasa. Ini adalah berkat penutup novena yang membakar semangat iman kami,” ujar keluarga Aloysius Saikmat.
Hal senada disampaikan keluarga Bapa Primus Malirmasele yang menjadi keluarga terakhir dalam rangkaian kunjungan pastoral tersebut. Mereka mengaku terharu atas perhatian dan ketulusan pelayanan yang diberikan selama perjalanan pastoral berlangsung. “Menjadi keluarga terakhir yang dikunjungi dalam rangkaian panjang selama lebih dari enam bulan ini membawa rasa haru yang mendalam bagi kami,” kata keluarga Primus Malirmasele.
Mereka juga menyoroti dedikasi Pastor Paroki dan pengurus rukun yang selama berbulan-bulan mendatangi umat dari rumah ke rumah untuk mendengar langsung pergumulan hidup masyarakat. “Kami menyadari betapa lelahnya Pastor dan para pengurus rukun yang harus berjalan dari rumah ke rumah, dari satu rintihan hati ke rintihan hati yang lain,” tuturnya.
Ketua Rukun dan Baperus Rukun Algon dalam refleksinya menyebut perjalanan pastoral tersebut sebagai ziarah iman yang memberikan pengalaman mendalam bagi pelayanan gereja di tengah umat. “Selama setengah tahun ini, kami diajak melihat wajah Kristus yang nyata pada diri umat kami,” ungkap pengurus rukun.
Mereka mengaku selama kunjungan berlangsung banyak mendengar persoalan hidup umat, mulai dari kecemasan keluarga hingga harapan-harapan sederhana yang tumbuh di tengah kehidupan masyarakat.
“Kami telah mendengar rintihan hati, melihat air mata kecemasan, namun juga menyaksikan senyum harapan dari setiap keluarga yang kami kunjungi,” katanya.
Dalam peneguhannya, RD Ponsianus Ongirwalu menekankan pentingnya menjaga kehidupan doa di dalam keluarga. Ia mengingatkan bahwa rumah tangga bukan hanya tempat tinggal, melainkan juga “Gereja Domestik” atau tempat pertama tumbuhnya iman. “Jadikan rumah sebagai rumah doa,” pesan Pastor Ponsianus.
Ia juga mengajak umat untuk membangun kepedulian sosial di tengah kehidupan rukun dan lingkungan gereja, terutama terhadap keluarga yang sedang mengalami kesulitan.
“Jangan biarkan rintihan itu hilang begitu saja. Yang kuat menopang yang lemah, dan yang berkelimpahan menghibur yang berkekurangan,” tegasnya.
Menurutnya, momentum penutupan Novena Roh Kudus hendaknya menjadi kesempatan bagi umat untuk memperkuat kehidupan keluarga dan memperbaiki relasi sosial di tengah masyarakat. “Bawalah kuasa Roh Kudus itu untuk membakar ego, menyembuhkan luka-luka batin di dalam rumah tangga, dan membuahkan kesabaran serta damai sejahtera,” ujar RD Ponsianus Ongirwalu.
Kunjungan pastoral rumah ke rumah di Rukun St. Aloysius Gonzaga memang resmi berakhir, namun Pastor Paroki berharap semangat persaudaraan dan perhatian terhadap sesama tetap terus hidup dalam kehidupan umat sehari-hari.(jk)










