Pastor Pius Heljanan MSC: Tulis Diary Hidupmu dengan Kebaikan

banner 468x60

http://info86news.com | Pagi di Desa Lauran, Kecamatan Tanimbar Selatan, Sabtu (23/5/2026), berjalan perlahan dalam suasana yang tenang. Di antara embusan angin pesisir dan aktivitas warga yang mulai bergerak, sebuah pesan sederhana namun mendalam kembali disampaikan Pastor Pius Heljanan MSC, Kuasi Paroki Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Lauran.

Pesan itu bukan tentang kemewahan hidup, bukan pula tentang keberhasilan yang diukur dari materi. Pastor Pius justru mengajak umat untuk menulis “diary kehidupan” dengan jejak-jejak kebaikan yang nyata. “Tulislah diary hidupmu dengan perbuatan baik,” demikian refleksi yang disampaikan Pastor Pius Heljanan MSC.

Melalui renungan Injil Yohanes 21:20-25, Pastor Pius mengingatkan kembali kesaksian Rasul Yohanes tentang kehidupan Yesus yang dipenuhi karya kasih dan pelayanan.

Menurutnya, Injil tidak sekadar mencatat perjalanan hidup Kristus, tetapi juga menghadirkan teladan tentang bagaimana manusia dipanggil untuk hidup bagi sesama.
“Yohanes bersaksi, bila semua hal yang diperbuat Yesus dicatat, maka dunia ini tidak dapat memuatnya. Kesaksian itu meneguhkan orang percaya bahwa hidup Yesus penuh dengan kebaikan,” ujarnya.

Di tengah kehidupan masyarakat yang kini sering dipenuhi persaingan sosial, tekanan ekonomi, hingga kecenderungan membandingkan diri dengan orang lain, Pastor Pius menilai banyak orang perlahan kehilangan makna dasar kehidupan: berbuat baik dengan tulus.

Karena itu, ia menyoroti kembali perkataan Yesus kepada Petrus, “Ikutlah Aku”, sebagai panggilan iman yang tetap relevan bagi setiap orang percaya hingga hari ini.
“Yesus meminta kita fokus pada tugas yang telah dipercayakan, dan jangan membandingkan isi tugas maupun hasilnya dengan orang lain,” kata Pastor Pius.

Refleksi tersebut terasa tajam di tengah realitas sosial masyarakat modern yang kerap menjadikan pencapaian orang lain sebagai ukuran kebahagiaan pribadi. Dalam kondisi itu, Pastor Pius mengingatkan bahwa setiap manusia memiliki jalan hidup dan tanggung jawab yang berbeda di hadapan Tuhan. “Setiap orang memiliki porsi dalam rancangan Tuhan yang berbeda,” tuturnya.

Ia menegaskan, kehidupan yang bernilai bukanlah kehidupan yang dipenuhi ambisi tanpa arah, melainkan hidup yang meninggalkan kesaksian baik bagi orang lain. Kebaikan, menurutnya, menjadi bahasa iman yang paling mudah dirasakan masyarakat. “Fokuslah berbuat baik, agar isi diarymu mencatat hal-hal yang baik saja. Bersaksilah melalui perbuatan baik,” pesan Pastor Pius Heljanan MSC.

Di tengah perubahan zaman yang semakin cepat, pesan dari Lauran itu hadir seperti pengingat sunyi bahwa manusia pada akhirnya akan dikenang bukan karena banyaknya kata yang diucapkan, melainkan karena jejak kasih dan kebaikan yang ditinggalkan dalam kehidupan sesama.(jk)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *