HIMMAH Apresiasi, Polres Labuhanbatu Peringkat Kedua Dijajaran Poldasu Giat Ops Antik Toba Pemberantasan Narkotika Tahun 2026.

banner 468x60

HIMMAH Apresiasi, Polres Labuhanbatu Peringkat Kedua Dijajaran Poldasu Giat Ops Antik Toba Pemberantasan Narkotika Tahun 2026.

HIMMAH Apresiasi, Polres Labuhanbatu Peringkat Kedua Dijajaran Poldasu Giat Ops Antik Toba Pemberantasan Narkotika Tahun 2026.
HIMMAH Apresiasi, Polres Labuhanbatu Peringkat Kedua Dijajaran Poldasu Giat Ops Antik Toba Pemberantasan Narkotika Tahun 2026.

( Kabupaten Labuhan batu ).- Info86News Com – Kamis.11/06/2026/-Polres Kabupaten Labuhanbatu yang dipimpin, AKBP Wahyu Endrajaya S.I.K. M.Si, dan Kasat Narkoba AKP Hardiyanto S.H.M.H membuktikan komitmennya berantas narkoba. Hal itu terbukti pada pelaksanaan Operasi Antik Toba Kasus Narkotika yang dimulai 13 Mei hingga 02 Juni 2026 yang baru berlalu, tim Satres Narkoba Kabupaten Labuhanbatu hingga jajaran Polsek capai peningkatan dalam ungkap kasus narkotika dan mendapat sejumlah apresiasi. Salah satu apresiasi datang dari Ketua Pimpinan Cabang (PC) Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (HIMMAH) Kabuapten Labuhanbatu Periode 2025-2027, Poso Harahap.

Menurut Poso, apresiasi diberikan karena kinerja AKBP Wahyu Endrajaya bersama Kasat Narkoba Polres Kabupaten Labuhanbatu AKP Hardiyanto terbukti dari hasil operasi kewilayahan Antik Toba se jajaran Polda Sumatera Utara. Dibandingkan tahun 2025, lalu. Hasil, Ops Antik Toba 2026 menunjukkan peningkatan dalam pemberantasan narkoba diwilayah hukum Polres Kabupaten Labuhanbatu, hingga ke pelosok desa-desa didaerah Kabupaten Labuhanbatu Utara ( Labura ).

Diterangkannya, hasil Operasi Antik Toba tahun 2026 yang berlangsung selama 21 hari Polres Labuhanbatu terkhusus Satres Narkoba dan jajarannya berhasil mengungkap sebanyak 81 kasus serta mengamankan 96 tersangka dari sejumlah tempat yang rawan akan peredaran narkoba. Dan, seluruh tersangka yang ketika terjaring tidak ada dalam kategori pemakai atau korban dari penyalahgunaan narkoba, melainkan seluruhnya adalah para pengedar, kurir dan bandar besar.

“Dilihat dari barang bukti 96 orang tersangka dalam Operasi Antik Toba tahun 2026, seluruhnya didapat petugas lebih dari satu gram sabu milik tersangka dan juga ada timbangan. Mereka ini bukan korban atau pengguna narkoba, melainkan pengedar, selama ini bisnis haram” terang Poso Harahap, kepada wartawan Rabu (10/06/2026) di Rantauprapat Kabupaten Labuhanbatu.

Ketua HIMMAH mengatakan, bahwa atas hasil sementara ini dan berdasarkan penelusuran dari berbagai sumber, pada penilaian di Polres se jajaran Polda Sumatera Utara. Polres Kabupaten Labuhanbatu menduduki peringkat kedua setelah Polrestabes Medan didalam pengungkapan kasus terbanyak pemberantasan narkotika terkait kegiatan pada Ops Antik Toba tahun 2026.

Kemudian, sambung Poso, penindakan terhadap peredaran narkoba juga terlihat dilakukan secara menyeluruh di titik-titik yang selama ini dianggap rawan sebagai lokasi peredaran narkoba, mulai dari pusat kota hingga pelosok desa, sehingga ruang bagi peredaran narkoba menjadi semakin sempit.

“Bagi para pengedar narkoba juga semakin sempit, karena penindakan tampaknya dilakukan secara merata dari kota sampai ke pelosok desa, bahkan sampai ke daerah pesisir yang selama ini disebut-sebut sebagai lokasi yang dirasa aman oleh para pelaku pengedar narkoba,” ucap Poso.

Poso juga menyampaikan bahwa, sebaik apapun pengawasan serta penindakan yang dilakukan, pasti masih akan tetap ada pihak berupaya mencari dan mencuri kesempatan untuk bermain mengedarkan barang haram tersebut. Saran Poso, diperlukan peran serta aktif masyarakat untuk bekerjasama dengan memberikan informasi mengetahui adanya peredaran narkoba di lingkungan tempat tinggalnya.

“Pasti ada cari kesempatan untuk mengedarkan. Disitulah perlunya kerjasama masyarakat memberi informasi. Karena memberantas narkoba bukan hanya tugas kepolisian semata, tetapi merupakan tanggungjawab seluruh pihak. Kita percaya bahwa setiap informasi yang disampaikan akan ditindaklanjuti oleh Polres Labuhanbatu,” cetusnya.

Sejak dipimpin oleh Kasat Narkoba Polres Kabupaten Labuhanbatu AKP hardiyanto kerap disapa Pak Didot, tercatat sejumlah kasus narkoba dalam jumlah besar berhasil di ungkap. Beserta, barang bukti yang diamankan diketahui juga tak sedikit.

“Rekor pengungkapan kasus terbesar, 50 Kg Narkotika sabu dan sebelumnya mereka juga menggagalkan peredaran 31,5 Kg sabu beserta puluhan ribu ekstasi di Jalan Lintas Aek Kanopan Kabupaten Labuhanbatu Utara . Tentu, kita Apresiasi keberhasilan ini dan kita dukung “, pungkasnya menutup.

#By Narasi penulis .(Mora Tanjung).
@Https//Info86News.com

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *