Janji Kerja Sama Publikasi Tak Kunjung Terwujud, Kredibilitas DPRD Pasaman Dipertanyakan

banner 468x60

Pasaman, info86news.com Komitmen pimpinan DPRD Kabupaten Pasaman untuk merealisasikan kerja sama publikasi dengan insan pers kini menjadi sorotan tajam. Janji yang sebelumnya disampaikan secara resmi dalam forum bersama wartawan menjelang bulan suci Ramadhan, hingga kini belum juga menunjukkan realisasi.

Dalam pertemuan yang digelar pada 13 Februari 2026 itu, pimpinan DPRD yang dihadiri Ketua DPRD Nelfri Asfandi, Wakil Ketua I Harissuddin, unsur komisi, serta pihak sekretariat, secara terbuka menyampaikan bahwa kerja sama publikasi akan direalisasikan sebelum Hari Raya Idul Fitri. Pernyataan tersebut sempat menumbuhkan harapan akan terjalinnya kemitraan yang lebih transparan dan profesional antara lembaga legislatif dan media.

Namun, setelah Lebaran berlalu, janji tersebut belum juga terealisasi. Tidak adanya kepastian waktu pelaksanaan maupun komunikasi lanjutan dari pihak DPRD menimbulkan tanda tanya di kalangan wartawan. Minimnya langkah konkret dari sekretariat DPRD semakin memperkuat kesan bahwa komitmen tersebut tidak menjadi prioritas.

Padahal, kerja sama publikasi memiliki peran strategis dalam mendukung keterbukaan informasi publik serta menyampaikan kinerja lembaga kepada masyarakat secara luas. Ketidakjelasan ini pun memicu kekecewaan di kalangan insan pers.

“Kalau sudah disampaikan dalam forum resmi, seharusnya ada tindak lanjut yang jelas. Saat ini justru tidak ada kepastian sama sekali,” ujar salah seorang wartawan yang enggan disebutkan namanya, Rabu (1/4/2026).

Kondisi tersebut memunculkan persepsi negatif terhadap konsistensi pimpinan DPRD Pasaman dalam menepati komitmen yang telah disampaikan ke publik. Bahkan, situasi ini dinilai berpotensi menurunkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga legislatif tersebut.

Di sisi lain, media sebagai mitra strategis memiliki peran penting dalam menjembatani informasi antara pemerintah dan masyarakat. Ketika kerja sama yang dijanjikan tidak kunjung direalisasikan, maka potensi terhambatnya arus informasi publik menjadi kekhawatiran tersendiri.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pimpinan DPRD Kabupaten Pasaman terkait belum terealisasinya kerja sama publikasi tersebut. Sikap tanpa penjelasan ini justru semakin memperkuat sorotan dan kritik dari kalangan wartawan.

Sementara itu, Sekretaris DPRD (Sekwan) Dedi SP juga belum berhasil dikonfirmasi. Upaya menghubungi melalui telepon tidak mendapat respons, dan saat didatangi, ruang kerjanya dalam kondisi tertutup.

Para wartawan berharap pimpinan DPRD Pasaman segera memberikan penjelasan terbuka serta menetapkan kepastian waktu realisasi kerja sama. Jika tidak, komitmen yang telah disampaikan sebelumnya berpotensi dinilai publik sebagai sekadar wacana tanpa implementasi nyata (Redaksi)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *