Pasaman, Sumbar info86news.com Pemerintah Kabupaten Pasaman resmi menggelar Job Fair Pasaman 2026 di GOR Tuanku Rao, Rabu (20/5). Kegiatan bursa kerja perdana ini dibuka langsung oleh Bupati Pasaman Welly Suhery dan disambut antusiasme tinggi ribuan pencari kerja yang memadati lokasi sejak pagi untuk mendaftar di sejumlah perusahaan peserta.

Kegiatan ini merupakan langkah konkret dari Program Unggulan Pasaman Bangkit, yang menargetkan penciptaan 1.000 lapangan kerja baru, sekaligus menjadi wujud pelaksanaan visi RPJMD 2025–2029: “Terwujudnya Pasaman Bangkit yang Berkarakter, Maju dan Berkelanjutan”. Sebanyak 20 perusahaan dari dalam dan luar negeri turut berpartisipasi, membuka peluang di berbagai sektor industri dan jasa dengan total lebih dari 2.000 lowongan pekerjaan.
Acara pembukaan ini turut dihadiri perwakilan Disnakertrans Provinsi Sumatera Barat, BPVP Padang, BP3MI, Kadin Sumbar, unsur dunia usaha, serta jajaran Forkopimda antara lain Kajari Pasaman Hendi Arifin dan Kapolres Pasaman AKBP Agus Hidayat. Momen penting ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Pemkab Pasaman dengan sejumlah perusahaan mitra.
Dalam sambutannya, Bupati Welly Suhery menegaskan bahwa kebangkitan daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi dari kesejahteraan masyarakat melalui pekerjaan dan penghasilan yang layak.
“Kebangkitan daerah tidak hanya dilihat dari infrastrukturnya. Kebangkitan yang sesungguhnya dimulai ketika masyarakat memiliki pekerjaan, penghasilan, dan keterampilan,” ujar Welly.
Ia menekankan kegiatan ini bukan seremonial belaka, melainkan upaya strategis membangun ekosistem ketenagakerjaan yang berkelanjutan. “Program penciptaan 1.000 lapangan kerja ini tidak boleh berhenti di atas kertas saja. Ini adalah pondasi utama memperkuat ekonomi daerah agar generasi muda Pasaman mampu bersaing,” tegasnya.
Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Tenaga Kerja Kabupaten Pasaman, Ariswan, menjelaskan bahwa lowongan yang tersedia ditujukan bagi lulusan SLTA hingga S1, baik lulusan baru maupun tenaga berpengalaman, dengan rentang usia 18 hingga 35 tahun.
“Hingga saat ini, sudah ada 1.503 pencari kerja yang mendaftar secara daring. Sekitar 70 persen berminat bekerja di dalam negeri, dan sisanya memilih peluang ke luar negeri. Padahal jumlah pencari kerja tercatat mencapai 5.000 orang dan terus bertambah, sehingga antusiasme ini sangat positif,” ungkap Ariswan.
Selain bursa kerja, Pemkab Pasaman juga gencar menekan angka pengangguran melalui berbagai program pendukung. Sepanjang 2026, telah dilaksanakan 16 paket pelatihan berbasis kompetensi bagi 256 peserta bekerja sama dengan BPVP Padang. Pemerintah juga mengembangkan produk unggulan daerah seperti Batik Equator Pasaman, membentuk Forum Komunikasi UMKM, serta membuka akses magang dan kerja ke negara sahabat seperti Jepang, Turki, Jerman, dan Malaysia.
Berbagai program padat karya dan pemberdayaan ekonomi di tingkat nagari juga terus didorong, guna memastikan perluasan kesempatan kerja dan kekuatan ekonomi masyarakat dapat terbangun secara merata dan berkelanjutan.
(Abdi Novirta)










