“KKR Saumlaki, Ps. Edward Buariat Ulas Karya Roh Kudus”

banner 468x60

Ratusan Umat Padati Gedung Galaxi, Ibadah Berlangsung Penuh Penghayatan
http://info86news.com | Saumlaki, 28 Februari 2026 – Malam di Gedung Serba Guna Galaxi, Saumlaki, terasa berbeda.

Sejak senja, ratusan umat dari berbagai penjuru Kepulauan Tanimbar mulai berdatangan untuk mengikuti Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) dan seminar rohani yang menghadirkan Edward Buariat sebagai pembicara utama.

Deretan kursi terisi penuh. Suara pujian menggema, sebagian jemaat mengangkat tangan dalam penyembahan, sementara yang lain terdiam dalam doa pribadi.

Atmosfer ibadah yang hangat dan penuh pengharapan menyelimuti ruangan.

Roh Kudus, Penghibur yang Mengajarkan
Dalam khotbahnya, Ps. Edward Buariat membuka dengan penekanan pada Yohanes 14:26. Ia menjelaskan bahwa Roh Kudus adalah Penghibur yang diutus Bapa dalam nama Yesus untuk mengajarkan dan mengingatkan orang percaya akan firman Tuhan.

“Roh Kudus bukan sekadar memberi rasa tenang. Dia mengajarkan kita memahami kehendak Tuhan dan mengingatkan kita pada setiap kebenaran yang telah disampaikan Kristus,” ujarnya.

Menurutnya, banyak orang mendengar firman, tetapi tanpa tuntunan Roh Kudus, firman itu tidak bertumbuh dalam hati.

Karena itu, relasi pribadi dengan Roh Kudus menjadi kunci dalam pertumbuhan iman.

Karya Roh yang Mengubahkan Hidup
Mengulas Yohanes 8:36, ia menegaskan bahwa karya Kristus membawa kebebasan sejati bagi setiap orang yang percaya.

Ia menekankan bahwa kebebasan tersebut bukan hanya dari tekanan lahiriah, tetapi dari belenggu batiniah seperti rasa bersalah, luka masa lalu, dan ketakutan.

“Tuhan tidak hanya menyelamatkan kita, tetapi memulihkan kita. Ketika Roh Kudus bekerja, ada pembaruan cara berpikir dan cara hidup,” tegasnya.

Pesan itu disambut dengan anggukan dan doa yang lirih dari jemaat yang larut dalam perenungan.

Di Mana Roh Tuhan Bekerja
Mengutip 2 Korintus 3:17, Ps. Edward kembali menegaskan bahwa kehadiran Roh Tuhan menghadirkan perubahan nyata dalam kehidupan seseorang.

Ia menggambarkan bahwa kehidupan yang dipimpin Roh Kudus akan tercermin dalam karakter: lebih sabar, lebih mengasihi, dan lebih setia dalam tanggung jawab.

“Ukuran kebangunan rohani bukan seberapa keras kita berteriak saat ibadah, tetapi seberapa besar perubahan yang terlihat setelah kita pulang,” katanya, disambut tepuk tangan jemaat.

Roh Menyelidiki Segala Sesuatu
Dalam bagian akhir, ia mengutip 1 Korintus 2:10, bahwa Roh Allah menyelidiki segala sesuatu, bahkan hal-hal yang tersembunyi dalam diri Allah.

Ayat tersebut, menurutnya, menunjukkan kedalaman relasi yang Tuhan tawarkan kepada umat-Nya.

Ia mengajak jemaat membuka hati sepenuhnya, sebab tidak ada bagian hidup yang tersembunyi dari pandangan Tuhan.

“Biarlah Roh Kudus membentuk karakter kita, memulihkan hati yang terluka, dan menuntun setiap keputusan kita,” pesannya.

Dukungan dan Kebersamaan
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ny. Sheren Amelinda Jauwerissa, istri Bupati Ricky Jauwerissa. Kehadirannya menyatu bersama jemaat menjadi bentuk dukungan terhadap kegiatan pembinaan rohani masyarakat.

KKR yang dirangkaikan dengan seminar rohani itu tidak hanya menjadi momentum ibadah, tetapi juga ruang edukasi iman, khususnya bagi generasi muda dan para pelayan gereja.

Doa Pelepasan dan Pelayanan Kesembuhan
Memasuki penghujung ibadah, suasana semakin khidmat. Ps. Edward Buariat turun dari mimbar dan menghampiri jemaat.

Ia berjalan di antara barisan kursi, menjamah dan mendoakan mereka satu per satu.

Doa pelepasan dinaikkan bagi jemaat yang bergumul dengan beban kepahitan hidup, trauma masa lalu, serta persoalan keluarga.

Sejumlah umat tampak menitikkan air mata saat didoakan, sementara yang lain mengangkat tangan sebagai bentuk penyerahan diri.

Selain doa penguatan batin, pelayanan juga ditujukan bagi mereka yang bergumul dengan sakit penyakit.

Dengan penuh keyakinan, Ps. Edward mendoakan kesembuhan dan pemulihan, menyerahkan seluruh pergumulan jemaat ke dalam tangan Tuhan.

Suasana haru menyelimuti ruangan. Tangis, doa, dan pujian berpadu dalam satu momentum spiritual yang mendalam.

Jejak Spiritualitas di Ujung Selatan Maluku
Menjelang akhir acara, doa bersama dinaikkan untuk keluarga, gereja, dan daerah. Jemaat berdiri, sebagian saling berjabat tangan, mempererat kebersamaan lintas denominasi.

Malam itu, Gedung Galaxi bukan sekadar bangunan pertemuan. Ia menjadi ruang perjumpaan spiritual, tempat firman disampaikan, hati diteguhkan, dan komitmen diperbarui.

Di ujung selatan Maluku, KKR tersebut meninggalkan pesan kuat: hidup yang dipimpin Roh Kudus adalah fondasi bagi pribadi, keluarga, dan masyarakat yang kokoh.(rls:jk)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *