Lamdesar Timur dan BPI Sepakat Bangun Ekonomi Desa Berbasis Potensi Lokal

banner 468x60

BPI–Desa Lamdesar Timur: Kolaborasi Atasi Kemiskinan dan Dorong Ekonomi Pesisir
http://info86news.com | Pemerintah Desa Lamdesar Timur, Kecamatan Tanimbar Utara, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, menyatakan kesiapan untuk menjalin kerja sama dengan PT Bangkit Prestasi Insani (BPI) dalam memperkuat program pengentasan kemiskinan dan pengembangan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.

Kolaborasi ini diarahkan pada penguatan sektor pertanian, perikanan, pengembangan home industri, hingga penyediaan infrastruktur dasar seperti air bersih dan energi terbarukan yang dinilai masih menjadi kebutuhan mendesak warga desa.

Lamdesar Timur Sambut Kolaborasi Pengentasan Kemiskinan
Sekretaris Desa Lamdesar Timur, Hendrikus Kadun, menegaskan bahwa pemerintah desa pada prinsipnya membuka ruang kerja sama dengan BPI, terutama dalam upaya memperkuat ekonomi masyarakat dan mengurangi tingkat kemiskinan di wilayah pesisir tersebut.

“Saya melihat apa yang mau dilaksanakan oleh PT Bangkit Prestasi Insani ini sangat baik. Kita Desa Lamdesar Timur sambut baik. Untuk saat ini masih tahap perkenalan, ke depan kita akan melihat lebih jauh program-programnya,” ujarnya dalam wawancara di Saumlaki, Minggu (7/6/2026).

Ia menambahkan, pemerintah desa siap membangun komunikasi intensif dengan pihak BPI dan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan program yang dijalankan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat. “Kita akan terus membangun komunikasi dengan BPI, dan tentu pemerintah desa bersama seluruh pemangku kepentingan sangat mendukung,” katanya.

Basis Data Desa Jadi Fondasi Program
Hendrikus menjelaskan bahwa desa memiliki basis data kependudukan yang cukup lengkap sebagai dasar perencanaan program. Tercatat sekitar 1.680 jiwa dengan kurang lebih 500 kepala keluarga yang tersebar dalam struktur 3 RW dan 7 RT.

“Kami punya data akurat. Sekitar 40 perangkat RT/RW juga aktif melakukan pendataan langsung ke lapangan,” jelasnya.
Data tersebut, kata dia, menjadi acuan dalam menentukan kelompok masyarakat yang membutuhkan intervensi, baik dalam kategori miskin maupun kelompok rentan lainnya.

Air Bersih dan Energi Jadi Kebutuhan Mendesak
Salah satu persoalan utama yang dihadapi masyarakat adalah keterbatasan akses air bersih. Meski pemerintah desa telah membangun bak penampungan dan mendekatkan sumber air ke pemukiman, jaringan distribusi ke rumah warga belum sepenuhnya tersedia. “Kalau ada kerja sama pipanisasi sampai ke rumah warga, itu sangat membantu. Saat ini masyarakat masih harus mengambil air dengan jarak yang cukup jauh,” ujarnya.

Selain itu, rencana pemanfaatan energi surya juga dinilai strategis untuk mendukung sistem air bersih dan kebutuhan listrik di desa.

Potensi Lokal: Kacang Tanah dan Perikanan Jadi Andalan
Dari sisi ekonomi, Lamdesar Timur memiliki potensi besar di sektor pertanian dan perikanan. Komoditas kacang tanah menjadi salah satu andalan masyarakat dengan produksi yang cukup signifikan setiap tahun.
“Kacang tanah bisa mencapai sekitar 50 ton per tahun dan sudah dipasarkan ke beberapa daerah seperti Ambon, Tual, dan Saumlaki,” ungkapnya.

Selain itu, sektor perikanan juga menjadi penopang ekonomi masyarakat pesisir, meski masih didominasi sistem tradisional.

Dorongan Pengembangan Home Industri
Pemerintah desa menilai pengembangan home industri menjadi langkah penting dalam meningkatkan nilai tambah produk lokal, termasuk pengolahan hasil pertanian dan hasil laut. “Kalau home industri dikembangkan, itu sangat membantu masyarakat. Tidak hanya menjual bahan mentah, tapi ada nilai tambah ekonomi,” katanya.

Tantangan SDM dan Pendidikan
Di sisi lain, tantangan sumber daya manusia masih menjadi perhatian. Tingkat pendidikan lanjutan di desa masih tergolong rendah, dengan banyak generasi muda memilih bekerja di luar daerah setelah lulus sekolah menengah. “Minat kuliah masih rendah. Banyak yang setelah SMA langsung bekerja ke luar daerah seperti Timika atau perusahaan perikanan,” jelasnya.

Untuk itu, pemerintah desa mendorong penguatan pendidikan nonformal melalui PKBM sebagai alternatif peningkatan kapasitas SDM.

Harapan Implementasi Nyata Program
Hendrikus menekankan pentingnya implementasi nyata dari setiap program yang dirancang, agar tidak berhenti pada tahap survei atau perencanaan semata.
“Kalau hanya survei lalu terputus, tentu kami tidak inginkan. Kami berharap program ini benar-benar diwujudkan di lapangan,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya transparansi data penerima manfaat untuk menghindari potensi konflik sosial di masyarakat.

Pengawasan dan Keterlibatan Desa
Pemerintah desa memastikan akan terlibat langsung dalam proses pengawasan pelaksanaan program bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan perangkat desa lainnya. “Kami akan turun langsung mengawasi agar program berjalan sesuai mekanisme dan tepat sasaran,” ujarnya.

Komitmen Kolaborasi Menuju Desa Mandiri
Kerja sama antara Pemerintah Desa Lamdesar Timur dan BPI diharapkan dapat menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekonomi lokal berbasis potensi desa, sekaligus membuka akses kesejahteraan yang lebih merata bagi masyarakat. “Harapan kami, program ini benar-benar dirasakan masyarakat dan mampu membantu keluar dari kemiskinan,” tutupnya.(rls:jk)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *