Model Penanganan Kemiskinan Desa, BPI Siapkan Skema Terpadu di Wilayah Perbatasan

banner 468x60

Lamdesar Timur Jadi Lokasi Konsolidasi Skema Terpadu Penanganan Kemiskinan Desa Perbatasan

http://info86news.com | Bertempat di Desa Lamdesar Timur, Kecamatan Tanimbar Utara, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Minggu (7/6/2026), berlangsung pertemuan yang menjadi bagian dari konsolidasi awal penyusunan skema terpadu penanganan kemiskinan desa perbatasan yang digagas PT Bangkit Prestasi Insani (BPI).

Pertemuan ini menyoroti sejumlah agenda strategis, mulai dari penguatan pendataan sosial ekonomi, pengembangan ekonomi rumah tangga, hingga rencana penguatan infrastruktur dasar dan energi terbarukan di wilayah pesisir terluar.

Pendataan Kolektif Berbasis Desa
Dalam skema yang dibahas, pemerintah desa ditempatkan sebagai pusat koordinasi data masyarakat, terutama terkait kondisi tenaga kerja dan pengangguran terbuka.

Komisaris PT BPI, Frengki Noya, menegaskan pendekatan pendataan tidak lagi bersifat individual ke lembaga pendamping, melainkan dilakukan secara kolektif melalui desa. “SDM beta minta desa buat kolektif tidak perlu datang melamar di kantor BPI untuk verifikasi data personal di Saumlaki,” ujarnya dalam keterangan yang disampaikan dalam pertemuan tersebut.

Data yang dihimpun desa nantinya akan diteruskan dalam bentuk daftar resmi kepada operator pendataan di Saumlaki untuk proses verifikasi lanjutan.

Penguatan Ekonomi Melalui Home Industri
Salah satu fokus pembahasan adalah pengembangan ekonomi desa berbasis industri rumah tangga dengan memanfaatkan potensi lokal. Frengki menyampaikan, “Kacang tanah akan dibuat home industri untuk produk selai dll untuk digandeng ke pasar pangan kebutuhan proyek Blok Masela.”

Selain itu, produk olahan hasil laut juga disiapkan sebagai bagian dari diversifikasi usaha masyarakat guna memperluas akses pasar dan meningkatkan nilai tambah ekonomi desa.

Air Bersih dan Infrastruktur Dasar
Pemenuhan kebutuhan air bersih menjadi salah satu prioritas utama dalam skema pembangunan desa perbatasan. Frengki menegaskan, “Air bersih harus bisa bebas dinikmati sampai rumah penduduk.”

Untuk mendukung implementasi tersebut, BPI merencanakan kajian teknis melalui tenaga ahli sipil terkait sistem bak penampung, pompa air, serta pemanfaatan energi pendukung berbasis tenaga surya.

Energi Surya Lewat Skema CSR
Pengembangan energi terbarukan juga menjadi bagian dari agenda pembahasan, khususnya untuk kebutuhan listrik rumah tangga dan penerangan jalan desa.

Program ini direncanakan akan diajukan melalui skema CSR, baik kepada Kementerian ESDM maupun mitra swasta.
“Solar cell untuk rumah dan jalan desa BPI akan ajukan untuk CSR dari Kementerian ESDM,” ungkapnya.

Skema Arisan untuk Renovasi Rumah Warga
Di sektor perumahan, diperkenalkan pendekatan berbasis gotong royong melalui sistem arisan untuk renovasi rumah masyarakat berpenghasilan rendah.

Skema ini menggabungkan partisipasi masyarakat dalam bentuk tenaga kerja dan material dasar, sementara kebutuhan material tertentu akan didukung oleh mitra eksternal. Frengki menyebutkan, “Sistem arisan untuk bedah rumah penduduk miskin Lamdesar Utara untuk secepatnya keluar dari kemiskinan absolut yang sudah menjerat mereka puluhan tahun.”

Arah Kebijakan: Mencegah Eksodus Penduduk Desa
Lebih jauh, skema ini diarahkan untuk memperkuat ekonomi desa agar masyarakat tidak perlu meninggalkan kampung halaman demi mencari pekerjaan di luar daerah. Tujuan utamanya adalah membuka lapangan kerja berbasis desa dan meningkatkan nilai ekonomi keluarga melalui penguatan sektor produktif lokal.

Pertemuan di Lamdesar Timur ini menjadi bagian dari upaya awal perumusan model pembangunan desa perbatasan yang lebih terintegrasi. Skema tersebut menempatkan desa sebagai pusat data, pusat produksi, sekaligus ruang pemberdayaan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan melalui kolaborasi lintas sektor.(rls:fn/jk)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *