http://info86news.com | Saumlaki – Pagi yang tenang menyelimuti kawasan Desa Lauran, Selasa (12/5/2026). Di tengah suasana sederhana umat Katolik pesisir Tanimbar, sebuah pesan reflektif kembali disampaikan Pastor Pius Heljanan kepada umatnya.
Melalui renungan singkat yang sarat makna spiritual, Pastor Pius mengajak umat memahami bahwa kepergian Yesus bukanlah bentuk meninggalkan manusia, melainkan jalan menghadirkan Roh Kudus sebagai penghibur dan penuntun kehidupan.
“Jikalau Aku tidak pergi, Penghibur tidak akan datang kepadamu,” demikian penggalan Injil Yohanes 16:5-11 yang menjadi dasar permenungannya.
Bagi Pastor Pius, banyak orang kerap memaknai perpisahan sebagai kehilangan yang melahirkan kesedihan. Namun dalam iman Kristiani, kepergian Yesus justru membuka jalan bagi kehadiran Roh Kudus yang bekerja tanpa batas dalam kehidupan manusia. “Bagi Yesus, berpisah dengan-Nya bukan kehilangan yang membawa duka, sebaliknya menghadirkan sukacita. Dia pergi agar Roh Kudus datang,” ungkap Pastor Pius Heljanan MSC.
Renungan tersebut tidak sekadar menjadi pesan rohani biasa. Di tengah kehidupan masyarakat yang masih bergulat dengan berbagai persoalan ekonomi, sosial, hingga kecemasan masa depan, pesan tentang keikhlasan dan pengharapan menjadi refleksi yang terasa dekat dengan kehidupan umat sehari-hari.
Pastor Pius menilai manusia sering kali lebih memilih menggenggam daripada melepaskan, bahkan terhadap hal-hal yang sebenarnya perlu diserahkan kepada Tuhan.
“Terkadang kita lebih suka menggenggam daripada melepaskan. Belajarlah untuk ikhlas melepaskan yang terbaik dalam hidup bagi Tuhan dan sesama,” katanya.
Pesan itu menjadi kritik halus terhadap kecenderungan manusia yang mudah terikat pada ambisi pribadi, rasa takut kehilangan, maupun keinginan menguasai segala sesuatu dalam hidup.
Menurut Pastor Pius, iman sejati justru diuji ketika seseorang mampu memberi dengan tulus dan rela melepaskan tanpa kehilangan harapan. “Percayalah, Tuhan telah menyediakan sesuatu yang terbaik bagi kita saat kita ikhlas memberi dan melepaskan yang kita miliki,” ujarnya.
Sebagai Kuasi Paroki Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Lauran, Pastor Pius Heljanan MSC dikenal aktif membangun pendekatan pastoral yang dekat dengan kehidupan umat. Melalui renungan-renungan sederhana, ia berupaya menghadirkan pesan Injil yang membumi dan mudah dipahami masyarakat.
Di tengah perubahan zaman dan tantangan kehidupan modern, Pastor Pius mengingatkan bahwa kehadiran Roh Kudus tetap menjadi sumber penghiburan dan kekuatan bagi umat yang mau membuka hati dalam iman dan pengharapan.(jk)










