Pastor Pius Heljanan MSC: Bangun Hidup di Atas Firman dan Perbuatan Baik

banner 468x60

 
http://info86news.com | Saumlaki – Di tengah berbagai tantangan kehidupan yang kian kompleks, Pastor Pius Heljanan MSC mengajak umat beriman untuk kembali meneguhkan fondasi hidup pada Firman Tuhan yang diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Pesan rohani tersebut disampaikan Pastor Pius Heljanan MSC, Kuasi Paroki Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Lauran, Desa Lauran, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, dalam renungan harian Kamis, 25 Juni 2026, yang mengangkat perikop Injil Matius 7:21-29 tentang rumah yang dibangun di atas batu dan di atas pasir.

Bagi Pastor Pius, Yesus dalam pengajarannya memberikan peringatan yang sangat mendasar mengenai fondasi kehidupan setiap orang beriman. Tidak semua orang yang mengaku percaya kepada Tuhan, aktif dalam kegiatan keagamaan, rajin berdoa, atau mendengarkan firman, secara otomatis telah membangun hidup di atas dasar yang kokoh.

Ia menegaskan bahwa iman sejati tidak berhenti pada pengakuan atau aktivitas keagamaan semata, melainkan harus diwujudkan dalam tindakan dan karya nyata yang mencerminkan nilai-nilai Firman Tuhan.

“Bagi Yesus, itu belum cukup. Tanda orang beriman benar dan bijaksana: mengimani Yesus, mendengarkan firman-Nya, dan melaksanakan dalam praksis hidup (dasar wadas),” ungkap Pastor Pius Heljanan MSC.

Menurutnya, kehidupan beriman yang dibangun hanya pada pengetahuan dan ritual tanpa diwujudkan dalam perbuatan nyata ibarat rumah yang didirikan di atas pasir. Ketika badai kehidupan datang, fondasi tersebut mudah goyah dan runtuh.

Sebaliknya, mereka yang menjadikan Firman Tuhan sebagai pedoman hidup dan menerapkannya dalam tindakan kasih, kejujuran, pengampunan, serta pelayanan kepada sesama, sedang membangun rumah rohaninya di atas batu karang yang kokoh.

Pastor Pius mengingatkan bahwa setiap manusia, tanpa terkecuali, akan menghadapi berbagai ujian kehidupan. Kesulitan ekonomi, penderitaan, kegagalan, persoalan keluarga, hingga berbagai krisis kehidupan merupakan bagian dari perjalanan manusia yang tidak dapat dihindari.

Namun, mereka yang menjadikan Tuhan sebagai sandaran utama akan memiliki kekuatan untuk tetap berdiri teguh menghadapi setiap badai kehidupan.

“Ingat, orang beriman tidak luput dari terpaan badai kehidupan: masalah, krisis, penderitaan, kegagalan, dan lain-lain. Ia tetap berdiri teguh dalam menghadapi semua itu karena mengandalkan Tuhan, bukan diri sendiri,” tutur Pastor Pius.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa Firman dan perbuatan merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan orang beriman. Keduanya harus berjalan beriringan sebagai bukti nyata kedewasaan iman.

“Hidup harus selaras: firman dan perbuatan satu paket tak terpisahkan,” tegasnya.
Melalui refleksi Injil hari itu, Pastor Pius Heljanan MSC mengajak umat untuk terus mengevaluasi dasar kehidupan yang sedang dibangun. Apakah iman hanya berhenti pada kata-kata dan ritual, atau telah diwujudkan dalam tindakan nyata yang membawa kebaikan bagi sesama.

Sebab pada akhirnya, bukan seberapa sering seseorang mendengar Firman Tuhan yang menjadi ukuran, melainkan sejauh mana firman tersebut dihidupi dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Dari fondasi itulah lahir keteguhan, harapan, dan kekuatan yang mampu membuat seseorang tetap berdiri kokoh ketika badai kehidupan datang menerpa.(rls:jk)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *