http://info86news.com | Saumlaki, 22 Maret 2026 – Pastor Pius Heljanan MSC mengajak umat untuk menyingkirkan dosa dalam kehidupan agar dapat mengalami kemuliaan Tuhan secara nyata.
Pesan tersebut disampaikan Pastor Pius Heljanan MSC dalam refleksi Minggu di Kuasi Paroki Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Lauran, Desa Lauran, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Minggu (22/3/2026).
Dalam refleksinya yang merujuk pada Injil Yohanes 11:1-45, ia menyoroti kisah kebangkitan Lazarus sebagai tanda kuasa Tuhan.
“Angkatlah batu itu,” ujar Pastor Pius Heljanan MSC mengutip perintah Yesus dalam kisah tersebut.
Ia menjelaskan bahwa dosa merupakan penghalang utama yang menutup manusia dari pengalaman kasih Allah dan harapan hidup.
“Dosa adalah belenggu yang mematikan harapan manusia,” katanya.
Menurutnya, perintah untuk mengangkat batu penutup makam Lazarus memiliki makna simbolis, yakni ajakan untuk menyingkirkan dosa yang menutup pintu kehidupan baru.
“Terkadang mujizat kebangkitan tidak kita alami karena batu masih menutup pintu kehidupan baru. Itulah dosa yang menutup pengalaman akan kasih Allah,” ujarnya.
Pastor Pius Heljanan MSC menegaskan bahwa setiap orang dipanggil untuk berani melepaskan dosa agar dapat merasakan pertolongan Tuhan dalam berbagai pergumulan hidup.
“Singkirkan batu, yaitu dosa dalam hidupmu agar kemuliaan Allah nyata,” katanya.
Ia juga mengingatkan umat untuk tetap percaya bahwa Tuhan peduli terhadap setiap persoalan manusia.
“Keputusasaan, pergumulan dan penderitaan akan sirna bila kita mampu menyingkirkan dosa yang menutup pintu kerahiman Allah,” ucapnya.
Menutup refleksinya, Pastor Pius Heljanan MSC mengajak umat untuk tidak larut dalam kesedihan karena Tuhan akan menolong pada waktu yang tepat.
“Jangan sedih, Tuhan akan menolongmu tepat pada waktunya,” ujarnya.(rls:ph/jk)










