Pastor Pius Heljanan MSC: Kerajaan Surga Milik Mereka yang Bersandar pada Tuhan

banner 468x60

 

http://info86news.com | Saumlaki – Di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern yang sering mengukur kebahagiaan dari kekayaan, jabatan, dan berbagai pencapaian duniawi, Pastor Pius Heljanan MSC mengajak umat untuk kembali merenungkan makna kebahagiaan yang diajarkan Yesus Kristus.

Dalam renungan yang disampaikan pada Senin pagi, 8 Juni 2026, di Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Lauran, Desa Lauran, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Pastor Pius Heljanan MSC menegaskan bahwa kebahagiaan sejati tidak terletak pada apa yang dimiliki manusia, melainkan pada kedekatannya dengan Tuhan.

Mengangkat tema “Dipanggil untuk Bahagia dan Membahagiakan Tuhan serta Sesama”, Pastor Pius mengajak umat untuk memahami kembali pesan mendalam dalam Khotbah di Bukit sebagaimana tertulis dalam Injil Matius 5:1-12.

Menurutnya, pandangan dunia sering kali menempatkan kebahagiaan pada kepemilikan materi, kekuasaan, jabatan, maupun gelar. Namun Yesus menghadirkan perspektif yang berbeda, bahkan terkesan radikal.

“Berbahagialah, Kerajaan Surga milikmu. Khotbah Yesus di bukit mendefinisikan kembali tentang kebahagiaan manusia. Pandangan dunia menganggap orang yang berbahagia adalah mereka yang memiliki banyak harta, kuasa, jabatan, gelar, dan berbagai hal lainnya,” ujar Pastor Pius.

Ia menjelaskan, kebahagiaan menurut Yesus justru hadir ketika hati manusia tidak lagi dipenuhi ambisi untuk mengumpulkan kekayaan dunia, melainkan dipenuhi kerinduan akan Tuhan.

“Bahagia versi Yesus adalah ketika seseorang tidak memiliki apa-apa selain memiliki Yesus dalam hidupnya. Hati yang bersih merindukan Tuhan yang Mahakaya,” katanya.

Pastor Pius menambahkan, kebahagiaan sejati tercermin melalui kelembutan hati, kemurahan untuk mengampuni, serta kesediaan menjadi pembawa damai di tengah kehidupan bersama. Nilai-nilai itulah yang menjadi fondasi kehidupan kristiani yang otentik.

Di hadapan umat, ia juga mengingatkan bahwa Yesus tidak pernah menjanjikan kehidupan tanpa persoalan. Sebaliknya, Tuhan menjanjikan penyertaan-Nya di tengah berbagai tantangan yang dihadapi manusia.

“Ingat, Yesus menjanjikan hidup bahagia di tengah badai, bukan hidup tanpa badai. Dia setia hadir bersama orang-orang yang menggantungkan hidup kepada-Nya,” tutur Pastor Pius.

Pada akhir refleksinya, Pastor Pius Heljanan MSC menegaskan bahwa kebahagiaan yang ditawarkan dunia bersifat sementara dan mudah berlalu. Sebaliknya, kebahagiaan yang dianugerahkan Kristus adalah kebahagiaan yang kekal.

“Dunia menawarkan kebahagiaan sementara, tetapi Yesus menganugerahkan kebahagiaan kekal,” pungkasnya.

Pesan tersebut menjadi pengingat bagi umat bahwa kebahagiaan sejati tidak diukur dari banyaknya yang dimiliki, melainkan dari seberapa dekat manusia hidup dalam kasih Tuhan dan menghadirkannya bagi sesama.(jk)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *