Prof DR Sutan Nasomal : Ini Bencana Nasional. Masyarakat Indonesia Meminta Bantuan PBB dan Negara Manapun Menghentikan Kebakaran Hutan


( Jakarta ),- Info86News.com – Saptu.24-10-2026, Protes Masyarakat dari kebakaran hutan di banyak tempat yang mengancam kesehatan dan nyawa masyarakat karena sudah lebih 5 bulan tidak juga bisa di atasi oleh Pemerintah Daerah dan Pusat.
Sesak nafas akibat asap mengganggu nafas penduduk dewasa dan anak anak. Api yang telah mendekati rumah penduduk di Kal-Sel Barito Kuala adalah salah satu peristiwa yang jelas mengancam nyawa manusia harta benda dan apa saja yang di miliki masyarakat.
Permintaan bantuan PBB dan Negara Manapun di sampaikan masyarakat karena sangat takutnya kobaran api menghancurkan wilayah penduduk dan menurut Prof DR Sutan Nasomal SH,MH juga mengatakan hal yang sama agar secepatnya bantuan diturunkan dari PBB dan Negara Manapun.
Indonesia masih mengalami musim kemarau dampak El Nino yang akan mengancam kebakaran di banyak tempat. Situasi seperti ini tiap menit banyak lahan menjadi sumber api dan menghancurkan perkebunan dan hutan. Juga mendekati perumahan masyarakat.
Perlu teknologi tinggi untuk menghentikan kebakaran hutan saat ini yang di miliki oleh negara negara maju. Juga perlu diperhatikan dampak kebakaran akan menyisakan kehancuran atau kemiskinan di masyarakat. Maka perlu di hadirkan team kesehatan International dan ketersediaan obat serta makanan.
Prof DR Sutan Nasomal SH,MH menghimbau pihak pihak pemangku pemerintahan agar membuka pintu agar hadir bantuan dari International. Ada ratusan ribu satwa yang perlu di selamatkan agar tidak mati hangus terbakar.
Kebakaran Hutan Tercatat belum padam
Kalimantan Tengah menjadi wilayah dengan luas lahan yang belum padam paling besar, yakni 389,39 ha dari total target penanganan 452,49 ha. Sementara itu, di Sumatera Selatan, masih terdapat 108,50 ha lahan yang belum padam dari total 401,67 ha.
Di Jambi, lahan yang masih dalam proses pemadaman dan pendinginan mencapai 64,50 ha dari total 96,50 ha. Adapun di Kalimantan Selatan, masih tersisa 7,50 ha dari target penanganan 58,45 ha.
Sementara itu, di Kalimantan Barat, luas lahan yang belum padam tersisa 0,19 ha dari total 11,92 ha. Adapun seluruh lahan terdampak karhutla seluas 3,30 ha di Riau dilaporkan telah berhasil dipadamkan.
Di Jawa Tengah, kebakaran melanda kawasan lereng terjal dan curam di Kabupaten Karanganyar dengan luas sekitar 230 ha. Penanganan di lokasi tersebut terkendala angin besar yang berubah-ubah.
Karhutla juga tercatat di Maluku Utara dengan luas sekitar 179,13 ha, Kalimantan Timur dan wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN) sekitar 97,77 ha, serta Taman Nasional Way Kambas di Lampung seluas 31 ha.
Di Sulawesi Barat, kebakaran di Kabupaten Mamuju mencapai sekitar 20 ha. Separuh dari luas tersebut telah dipadamkan, sementara sekitar 10 ha di Desa Buana Sakti, Kecamatan Tommo, masih dalam penanganan.
Adapun di Sulawesi Utara, kebakaran di Kabupaten Minahasa Utara mencapai sekitar 5 ha. Kebakaran di TPA Sumompo, Manado, seluas sekitar 3 ha juga masih menyisakan 1 ha yang belum padam.
Kebakaran turut dilaporkan terjadi di TPA Pasir Bajing, Garut, Jawa Barat, seluas sekitar 4 ha dan Kabupaten Nabire, Papua Tengah, sekitar 3 ha.
Semoga kebijaksanaan Pemerintah Daerah dan Pusat dapat memberikan izin agar Negara Negara sahabat dapat membantu situasi yang sangat berbahaya dampak kebakaran hutan di sumatera Kalimantan Jawa dan daerah lainnya.
Narasumber : Prof DR Sutan Nasomal SH,MH Pakar Hukum Internasional, Ekonom Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia (PAMID) Assotion Of Young Indonesian Advocates Rektor UBNB Rektor STIA STIH STIK Pronass..
#By Narasi Pakar Hukum International.( Prof.Dr.Kh Sutan Nasomal.SH.MH.P.HD)
@Https//Info86News.com










