Prof. Sutan Nasomal Soroti Pelemahan Daya Beli Masyarakat: “Pak Prabowo, Selamatkan Ekonomi Rakyat Sebelum Krisis Semakin Dalam”

banner 468x60

Prof. Sutan Nasomal Soroti Pelemahan Daya Beli Masyarakat: “Pak Prabowo, Selamatkan EJakarta – Pakar Hukum Internasional dan Ekonomi, Prof. Dr. Sutan Nasomal, S.H., M.H., menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi perekonomian nasional yang dinilainya semakin menekan kehidupan masyarakat. Menurutnya, melemahnya daya beli telah dirasakan hampir di seluruh lapisan masyarakat dan berdampak langsung terhadap keberlangsungan usaha kecil.

Pernyataan tersebut disampaikan Prof. Sutan Nasomal saat menjawab pertanyaan sejumlah pimpinan redaksi media cetak dan media daring melalui sambungan telepon, Rabu (29/7/2026).

“Kondisi ekonomi saat ini membuat masyarakat mengeluh. Harga kebutuhan pokok terus meningkat, sementara daya beli melemah. Banyak pedagang mengaku sepi pembeli dan terancam gulung tikar. Saya berharap Presiden RI, Bapak Prabowo Subianto, segera mengambil langkah strategis untuk menstabilkan perekonomian nasional,” ujar Prof. Sutan.

Menurutnya, mencari rezeki yang halal merupakan kewajiban setiap warga negara dan sejalan dengan nilai-nilai agama. Namun, kondisi ekonomi yang terus melemah membuat banyak pelaku usaha kecil kesulitan mempertahankan usahanya.

Prof. Sutan menilai pemerintah perlu memberikan perhatian serius kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), baik di perkotaan maupun di pedesaan. Ia mendorong lahirnya kebijakan ekonomi yang mampu mengembalikan daya beli masyarakat sehingga roda perekonomian kembali bergerak.

“Regulasi ekonomi yang berpihak kepada rakyat kecil harus segera diwujudkan agar masyarakat kembali memiliki kemampuan berbelanja dan pelaku usaha dapat bertahan,” tegasnya.

Keluhan serupa juga disampaikan Ibad, seorang pedagang siomay di kawasan Jalan Sukasari I, Kota Bogor. Ia mengaku penjualannya terus menurun akibat berkurangnya jumlah pembeli.

“Sering kali dagangan tidak habis terjual, bahkan tidak sampai separuh. Di sisi lain, harga bahan baku terus naik. Kacang goreng yang sebelumnya sekitar Rp28.000 per kilogram kini mencapai Rp40.000 per kilogram. Harga sayuran juga mengalami kenaikan hingga sekitar 30 persen,” ungkapnya.

Sejumlah pedagang lain di kawasan belakang Halte Sukasari juga menyampaikan kondisi serupa. Mereka mengaku penurunan daya beli masyarakat telah berlangsung cukup lama sehingga omzet usaha terus mengalami penurunan.

Prof. Sutan meyakini Presiden Prabowo Subianto telah mengetahui kondisi tersebut. Namun demikian, ia berharap pemerintah segera menghadirkan kebijakan yang konkret agar semakin banyak pelaku usaha tidak mengalami kebangkrutan dan terjerat utang.

“Banyak masyarakat yang mengadu kepada saya mengenai sulitnya memenuhi kebutuhan hidup. Kondisi ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Pemerintah perlu mengambil langkah cepat dan terukur agar ekonomi rakyat kembali bangkit,” katanya.

Ia menambahkan, masyarakat berharap pemerintah mampu menghadirkan solusi nyata untuk memperkuat perekonomian nasional, membuka peluang usaha, serta meningkatkan kesejahteraan rakyat.

“Mari kita bersama-sama mendoakan agar Presiden RI selalu diberikan kesehatan dan kekuatan dalam memimpin bangsa, sehingga mampu membawa perekonomian Indonesia menjadi lebih baik dan memberikan kesejahteraan bagi seluruh rakyat,” tutup Prof. Sutan.

Narasumber: Prof. Dr. Sutan Nasomal, S.H., M.H., Pakar Hukum Internasional dan Ekonomi, Presiden Partai Oposisi Merdeka, Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia (PAMID), Rektor STIH Prof. Sutan Nasomal, Pendiri dan Pengasuh Ponpes Ass Saqwa Plus, serta Ketua Umum YPLBH Prof. Dr. Sutan Nasomal, S.H., M.H.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *