http://info86news.com | Manila, Filipina – Di tengah ritme kehidupan akademik dan pembinaan imam di Central Seminary, University of Santo Tomas (UST) Manila, Filipina, Kamis (18/6/2026), RD. Domincs Baldawins Masriat, Pastor Mahasiswa UST Manila, kembali mengajak umat Katolik menimba makna Sabda Tuhan melalui refleksi harian Sejenak Sabda.
Berangkat dari Bacaan Pertama Sirakh 48:1-14 dan Injil Matius 6:7-15, RD. Domincs mengajak umat tidak hanya memahami doa sebagai rangkaian kata-kata indah, melainkan sebagai perjumpaan yang lahir dari hati yang jujur dan tulus di hadapan Allah.
Menurutnya, kualitas relasi manusia dengan Tuhan maupun dengan sesama tidak pernah diukur dari kepiawaian berbicara, melainkan dari ketulusan hati yang menjadi dasar setiap perkataan dan tindakan.
“Hubungan kita, baik dengan Tuhan maupun sesama, harus didasari oleh ketulusan hati, bukan kepalsuan demi mencari pujian. Jangan menggunakan kata-kata manis atau berbelit-belit hanya untuk terlihat hebat di mata orang lain. Kualitas komunikasi dinilai dari kejujuran batin, bukan dari banyaknya omong kosong atau formalitas,” ungkap RD. Domincs Baldawins Masriat.
Belajar Rendah Hati di Hadapan Tuhan
Dalam refleksinya, RD. Domincs menegaskan bahwa manusia memiliki keterbatasan yang harus disadari.
Kesadaran itulah yang melahirkan sikap rendah hati sekaligus kepercayaan penuh kepada penyelenggaraan Tuhan.
Ia mengingatkan bahwa manusia tidak dapat mengendalikan seluruh perjalanan hidupnya. Karena itu, kecemasan yang berlebihan hanya akan menguras kekuatan batin apabila tidak diserahkan kepada Tuhan.
“Sadarilah batasan diri kita sebagai manusia. Sikap tahu diri dan rendah hati mengajarkan kita untuk tidak mendikte keadaan atau bersikap serakah. Kita diajak untuk percaya bahwa ada kekuatan yang lebih besar, yaitu Tuhan, yang memelihara hidup kita,” katanya.
Iman yang Terlihat dalam Kepedulian
Renungan itu juga mengajak umat melihat iman sebagai tindakan nyata. Menurut RD. Domincs, hidup berkecukupan bukan berarti menumpuk kekayaan, tetapi mampu berbagi kepada mereka yang membutuhkan.
Ia mengingatkan bahwa keberhasilan seseorang tidak pernah lepas dari tanggung jawab moral terhadap sesama.
“Kita diingatkan untuk hidup berkecukupan, tidak serakah menimbun harta dan selalu peduli apakah sesama kita hari ini juga sudah bisa makan. Ini adalah panggilan untuk hidup berbagi dan adil terhadap sesama,” tuturnya.
Pengampunan Membuka Jalan Damai
Salah satu pesan paling kuat dalam refleksi tersebut ialah tentang pengampunan. RD. Domincs menegaskan bahwa damai sejati tidak mungkin hadir apabila hati masih dipenuhi dendam dan kebencian.
Baginya, mengampuni bukan sekadar memberikan maaf kepada orang lain, melainkan membebaskan diri sendiri dari beban batin yang menghambat pertumbuhan rohani.
“Kita tidak berhak menuntut kedamaian, kebaikan, atau maaf dari orang lain jika kita sendiri masih menyimpan dendam, kebencian, dan kepahitan di dalam hati. Mengampuni orang lain adalah syarat mutlak agar jiwa kita sendiri bisa bebas dan damai,” tegasnya.
Mawas Diri Menghadapi Godaan Kehidupan
Menutup renungannya, RD. Domincs mengingatkan bahwa manusia memiliki kelemahan yang membuatnya mudah jatuh ke dalam godaan, baik berupa egoisme, keserakahan maupun amarah. Oleh sebab itu, setiap orang dipanggil untuk terus menjaga hati dan menjauhkan diri dari situasi yang berpotensi menjerumuskan kepada dosa.
“Manusia itu rapuh dan mudah tergoda oleh hal-hal buruk seperti ego, keserakahan, atau amarah. Oleh karena itu, kita harus selalu mawas diri terhadap kelemahan diri sendiri dan aktif menjauhkan diri dari situasi-situasi yang bisa menjerumuskan kita ke dalam tindakan jahat atau tidak bermoral,” pesan RD. Domincs.
Mengakhiri refleksi hariannya, Pastor Mahasiswa UST Manila itu mengajak umat memanjatkan doa agar Tuhan menganugerahkan hati yang bersih, hidup yang sederhana, semangat berbagi, serta kerelaan untuk mengampuni sebagai jalan menuju kedamaian sejati.
“Ya Allah, berkatilah kami agar kami mampu membangun hati yang bersih, hidup yang tidak serakah, dan kesiapan untuk selalu melepaskan pengampunan kepada orang yang bersalah kepada kami,” doa RD. Domincs Baldawins Masriat.(jk)










