Semangat Barek Samo Dipikua, Anak Nagari Minangkabau Goro Perbaiki Jenjang dan Akses Mata Air

( TANAH DATAR ) – Info86News.com – Saptu,05/09/2026/- Semangat gotong royong atau goro masih tumbuh kuat di tengah masyarakat Kelarasan Tanjung, Nagari Minangkabau. Puluhan masyarakat, pemuda-pemudi, tokoh adat dan tokoh agama turun bersama memperbaiki akses jalan dan jenjang menuju sumber mata air di kawasan Singkayan, Jumat (4/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bukti nyata bahwa budaya barek samo dipikua, ringan samo dijinjiang masih terpelihara. Masyarakat secara bersama-sama memperbaiki jenjang tanggo, membersihkan lingkungan serta membenahi akses menuju sumber mata air Kaluak Mato Ayia yang berada di sekitar Jambatan Angku Lareh dan Titian Gudang.
Tokoh masyarakat dan Direktur BUNAK Nagari, Irwan Toni, turut turun langsung bersama masyarakat dalam kegiatan tersebut. Ketua Pemuda Nagari Minangkabau, Afrizon, yang akrab disapa Abak atau Ucok, juga terlihat aktif menggerakkan generasi muda untuk ikut ambil bagian.
Kawasan Singkayan sendiri dikenal masyarakat sebagai salah satu kawasan tua di Nagari Minangkabau. Hingga kini, tradisi masyarakat dalam manjapuik ayia atau mengambil air dari sumber mata air masih terus dipertahankan.
Sumber mata air yang keluar dari perut bumi tersebut telah dimanfaatkan masyarakat secara turun-temurun. Bahkan, menurut keterangan masyarakat setempat, air tersebut pernah diteliti oleh badan yang bergerak di bidang penelitian sarana air bersih dan dinyatakan layak untuk dikonsumsi.
Keberadaan sumber air bersih itu memiliki arti penting bagi masyarakat Singkayan. Selama puluhan tahun, air tersebut telah dimanfaatkan oleh anak cucu masyarakat setempat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Masyarakat juga meyakini sumber mata air tersebut tetap terjaga kebersihannya sehingga dapat dimanfaatkan secara langsung. Meski demikian, untuk memastikan keamanan konsumsi, masyarakat tetap perlu memperhatikan hasil pemeriksaan kualitas air secara berkala dan standar kesehatan yang berlaku.
Menurut masyarakat, kegiatan goro tidak hanya bertujuan memperbaiki fasilitas yang rusak. Lebih dari itu, kegiatan tersebut merupakan upaya menjaga keselamatan warga, terutama anak-anak dan generasi muda yang menggunakan akses tersebut setiap hari.
“Kerusakan jalan dan jenjang ini harus segera kita perbaiki sebelum menimbulkan kecelakaan. Ini merupakan akses yang digunakan masyarakat untuk mengambil air dan beraktivitas,” ujar salah seorang tokoh masyarakat dalam kegiatan tersebut.
Semangat kebersamaan tampak dari keterlibatan berbagai unsur masyarakat. Kaum laki-laki dan perempuan, tua maupun muda, bahu-membahu menyelesaikan pekerjaan tanpa mengharapkan imbalan.
Ketua Pemuda Nagari Minangkabau, Afrizon, menjadi salah satu penggerak kegiatan tersebut. Sebagai bagian dari generasi muda sekaligus kontrol sosial di tengah masyarakat, ia dinilai aktif menggiring pemuda agar ikut terlibat dalam kegiatan sosial dan pembangunan di nagari.
Selain tokoh pemuda, tokoh adat dan tokoh agama juga ikut memberikan dukungan. Almanar yang dikenal sebagai tokoh agama turut turun langsung ke lapangan bersama masyarakat.
Keterlibatan para tokoh tersebut menunjukkan bahwa pembangunan di nagari tidak semata-mata bergantung pada pemerintah. Kepedulian masyarakat, pemuda, tokoh adat, tokoh agama serta para perantau menjadi kekuatan penting dalam menjaga fasilitas umum dan lingkungan kampung.
Tradisi goro yang masih hidup di Kelarasan Tanjung menjadi cerminan kuatnya rasa persatuan masyarakat. Nilai kebersamaan, saling membantu, serta tidak membeda-bedakan satu sama lain menjadi modal sosial dalam menjaga kehidupan masyarakat agar tetap rukun dan harmonis.
Bagi masyarakat Singkayan, sumber mata air bukan sekadar tempat mengambil air. Mata air tersebut telah menjadi bagian dari kehidupan dan sejarah masyarakat yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Karena itu, menjaga akses menuju mata air sekaligus merawat sumber air bersih menjadi tanggung jawab bersama. Goro yang dilakukan masyarakat diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat, tetapi terus menjadi tradisi dalam menjaga lingkungan dan pembangunan nagari.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Direktur BUNAK Nagari Irwan Toni, Ketua Pemuda Nagari Minangkabau Afrizon, tokoh adat, tokoh agama Almanar, Walijorong Rahman Arif, SE., serta masyarakat Kelarasan Tanjung.
#By Narasi.( Maizetrimal, SH ).
@Https//Info86News.com










