http://info86news.com | Sleman, Selasa, 16 Juni 2026 – Politeknik Agraria Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional membuka peluang bagi lulusan SMA/sederajat yang ingin berkarier di bidang agraria, pertanahan, dan tata ruang melalui empat program studi (prodi) yang dirancang sesuai kebutuhan sumber daya manusia nasional.
Perguruan tinggi vokasi di bawah naungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional tersebut menawarkan pendidikan berbasis teori dan praktik untuk menyiapkan lulusan yang kompeten di bidang pengukuran, pemetaan, administrasi pertanahan, penataan ruang, hingga kebijakan agraria.
Empat Program Studi Sesuai Minat dan Prospek Karier
Empat program studi yang ditawarkan meliputi Sarjana Terapan Survei dan Pemetaan Informasi Pertanahan (SPIP), Sarjana Terapan Manajemen Penataan Ruang dan Pertanahan (MPRP), Sarjana Terapan Kebijakan dan Manajemen Pendaftaran Tanah (KMPT), serta Sarjana Terapan Pertanahan.
Setiap program dirancang untuk menjawab kebutuhan pembangunan nasional sekaligus memberikan kesempatan kepada calon taruna memilih bidang yang sesuai dengan minat, bakat, dan rencana karier.
SPIP: Menguasai Teknologi Survei dan Pemetaan
Program Studi SPIP ditujukan bagi calon mahasiswa yang memiliki ketertarikan pada bidang survei, pemetaan, teknologi geospasial, serta analisis data spasial.
Selama perkuliahan, mahasiswa mempelajari teknik pengukuran tanah, sistem informasi geografis (SIG), fotogrametri, pemetaan digital, hingga penyajian informasi pertanahan berbasis teknologi modern.
Taruna SPIP, Dandi Resando, mengaku memilih program studi tersebut karena memadukan pembelajaran teori dengan praktik lapangan.
“Kami tidak hanya belajar teori, tetapi juga terjun langsung melakukan pengukuran dan pemetaan di lapangan. Saya tertarik dengan penggunaan teknologi geospasial yang terus berkembang dan memiliki peran penting dalam pembangunan serta pengelolaan pertanahan,” ujarnya.
MPRP: Fokus Penataan Ruang dan Kebijakan Publik
Program Studi MPRP diperuntukkan bagi calon taruna yang tertarik pada perencanaan wilayah, tata ruang, pelayanan pertanahan, administrasi, dan kebijakan publik.
Mahasiswa dibekali kompetensi mengenai penataan ruang, pengelolaan pertanahan, pelayanan pertanahan berbasis elektronik, serta analisis kebijakan pembangunan.
Taruni Ayu Hanan Mutia mengatakan ketertarikannya muncul karena masih banyak persoalan tata ruang di berbagai daerah.
“Saya melihat masih banyak persoalan tata ruang di daerah, misalnya kawasan industri yang berdekatan dengan permukiman atau pemanfaatan ruang yang belum sesuai. Karena itulah saya tertarik mempelajari bagaimana perencanaan tata ruang bisa mendukung pembangunan yang lebih baik,” katanya.
KMPT: Memperkuat Administrasi dan Kepastian Hukum
Program Studi KMPT menitikberatkan pada pelayanan publik, administrasi pertanahan, pengelolaan data, serta pemanfaatan teknologi dalam sistem pendaftaran tanah.
Mahasiswa mempelajari manajemen data pertanahan, pelayanan elektronik, tata kelola administrasi, hingga kebijakan pertanahan yang mendukung kepastian hukum.
Taruna Rizaldi Secondia Putra mengaku lebih tertarik pada aspek hukum dan administrasi dibandingkan bidang teknis.
“Saya lebih tertarik pada aspek hukum dan kebijakan pertanahan dibandingkan perhitungan teknis. Di prodi KMPT saya belajar memahami proses pendaftaran tanah dan bagaimana kebijakan pertanahan dapat memberikan kepastian hukum dan perlindungan hak bagi masyarakat,” ujarnya.
Prodi Pertanahan Bahas Isu Agraria Secara Komprehensif
Sementara itu, Program Studi Pertanahan memberikan pemahaman menyeluruh mengenai hukum agraria, penyelesaian sengketa tanah, pengadaan tanah untuk pembangunan, pengendalian pemanfaatan ruang, hingga kebijakan pertanahan.
Taruni asal Bali, Ni Putu Arista Pradnyaswari, memilih program studi tersebut karena sesuai dengan minatnya terhadap aktivitas lapangan dan tantangan baru.
“Saya suka mencoba hal baru dan senang kegiatan di alam. Ketika mencari informasi tentang Politeknik Agraria STPN, saya melihat banyak kegiatan praktik lapangan dan kesempatan berinteraksi langsung dengan masyarakat,” ungkapnya.
Sediakan 350 Kuota Taruna Baru
Pada Seleksi Penerimaan Taruna Baru Tahun Akademik 2026/2027, Politeknik Agraria STPN menyediakan 350 kuota, yang terdiri atas 260 kuota jalur umum, 60 kuota jalur tugas belajar/PNS, serta 30 kuota jalur kerja sama pemerintah daerah.
Melalui penyediaan berbagai pilihan program studi yang semakin spesifik, Politeknik Agraria STPN berharap mampu mencetak sumber daya manusia profesional yang siap mendukung pembangunan nasional di bidang agraria, pertanahan, dan tata ruang.
Pendaftaran calon taruna/i masih dibuka hingga 18 Juni 2026, sedangkan informasi lengkap mengenai persyaratan, tahapan seleksi, dan mekanisme pendaftaran dapat diakses melalui situs resmi Politeknik Agraria STPN.(rls:tomy/jk)










