Kadis Pertanian Tanimbar Soroti Hilirisasi Kelapa di FGD RUPM

banner 468x60

http://info86news.com | Saumlaki – Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kepulauan Tanimbar, J. A. Watumlawar, SP., M.Si., menegaskan perlunya investasi hilirisasi komoditas pertanian unggulan, terutama kelapa dan hortikultura, untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi masyarakat.

Hal itu disampaikan dalam Focus Group Discussion (FGD) Finalisasi Rencana Umum Penanaman Modal (RUPM) yang digelar Selasa, 18 November 2025, pukul 09.30 WIT di Caffe Radja, Hotel Beringin Dua, Saumlaki.

Watumlawar menyebut pertanian di Tanimbar masih terhambat ketersediaan air akibat pola musim yang tidak stabil.

Ia menjelaskan masa tanam hanya terjadi pada bulan basah sejak Desember hingga Juli, sementara di luar periode itu wilayah memasuki kemarau yang menghambat produksi.

Menurutnya, pemerintah tahun ini telah mendapatkan dukungan melalui Instruksi Presiden berupa pembangunan 39 titik irigasi di 10 desa, dan program tersebut akan dilanjutkan tahun depan.

Ia optimistis perluasan irigasi dapat meningkatkan produktivitas serta membuka jalan bagi investasi sektor pertanian.

Watumlawar menyebut kelapa sebagai komoditas unggulan dengan luas tanam 27 ribu hektare dan produksi 38 ribu ton pada 2024, namun produk yang dihasilkan masih sebatas kopra.

Ia menilai seluruh bagian kelapa yang memiliki potensi ekonomi, mulai dari air kelapa, serabut, batok, hingga lidi, belum diolah sebagai produk turunan.

Ia berharap FGD tersebut menjadi langkah mendorong hadirnya investor agar pengolahan produk dilakukan di daerah.

Selain kelapa, ia menegaskan potensi pengembangan pisang dengan luas tanam 88 ribu hektare yang sejauh ini hanya dijual sebagai buah segar di pasar.

Ia juga menyoroti potensi jeruk khas Fordata, yang dinilai memiliki nilai ekonomi jika dikembangkan sebagai komoditas investasi.

Dalam rencana investasi 2026–2030, pengembangan wilayah pertanian diprioritaskan di Pulau Fordata dan Desa Romean, termasuk pemetaan komoditas unggulan di 10 kecamatan sebagai dasar penguatan ekonomi masyarakat.

Asisten Bidang Pembangunan, Ekonomi dan Kemasyarakatan Setda Kepulauan Tanimbar, Agustinus Songupnuan, mewakili Bupati, menyampaikan apresiasi atas kontribusi peserta dan tim penyusun yang dipimpin Dr. Maria Christina Endarwati.

Materi yang dipaparkan mencakup visi pembangunan investasi daerah, analisis potensi sektor unggulan, regulasi nasional, serta roadmap penanaman modal jangka panjang sebagai sinkronisasi dengan RPJMD dan kebijakan investasi nasional.

Pemerintah daerah berharap dokumen final RUPM menjadi pedoman arah sektor prioritas, penguatan kemitraan pemerintah–pelaku usaha, serta mendorong iklim investasi yang berdampak bagi masyarakat.

FGD Finalisasi RUPM digelar sebagai tahapan akhir penyusunan dokumen sebelum menjadi acuan resmi strategi penanaman modal daerah.

Forum tersebut dihadiri organisasi perangkat daerah, instansi vertikal, perusahaan, lembaga keuangan, dan organisasi profesi, termasuk PWI Kepulauan Tanimbar.(jk)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *