http://info86news.com | Jakarta – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional menyiapkan lebih dari 129 ribu hektare lahan untuk mendukung pembangunan hunian vertikal dan kota satelit sebagai bagian dari Program Strategis Nasional (PSN).
Menteri ATR/Kepala BPN, Nusron Wahid, mengatakan bahwa penyediaan lahan tersebut merupakan langkah konkret pemerintah dalam mengatasi kepadatan perkotaan sekaligus mendorong pembangunan kawasan baru.
“Kami dari Kementerian ATR/BPN sudah menyiapkan lahan di berbagai daerah untuk mendukung pembangunan hunian vertikal. Namun, pada tahap berikutnya juga kita siapkan pengembangan kota baru sebagai solusi untuk mengurangi kepadatan di kota-kota besar,” ujarnya, Kamis (16/04/2026).
Ia menjelaskan, dari total 129.764 hektare lahan yang teridentifikasi, sekitar 37.709 hektare dinilai siap dimanfaatkan dalam waktu dekat. “Data awal kami menunjukkan terdapat sekitar 129.764 hektare lahan yang teridentifikasi. Namun, yang benar-benar potensial untuk dimanfaatkan saat ini sekitar 37.709 hektare,” jelasnya.
Untuk kawasan perkotaan, pembangunan akan difokuskan pada hunian vertikal, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Sementara itu, pengembangan kota satelit membutuhkan lahan dengan skala lebih luas. “Untuk Kota Satelit, kebutuhan lahannya minimal antara 30 hingga 120 hektare per lokasi. Sedangkan, untuk pengembangan kawasan tertentu bisa mencapai 100 hektare atau lebih,” tambah Nusron.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, menegaskan bahwa ketersediaan lahan menjadi kunci keberhasilan program pembangunan perumahan nasional. “Kami memiliki konsep sederhana untuk melaksanakan program 3 Juta Rumah. Kami ingin tanah untuk pembangunan rumah ini bisa tersedia,” katanya.
Pemerintah berharap langkah ini dapat mempercepat realisasi program perumahan sekaligus menciptakan kawasan permukiman yang lebih tertata dan berkelanjutan.(rls:tomy/jk)










