http://info86news.com | Cirebon – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional, Nusron Wahid, menyatakan bahwa santri memiliki peluang besar untuk menjadi kader pelaksana kebijakan negara selain sebagai calon ulama.
Pernyataan tersebut disampaikan saat kegiatan pendampingan santri kelas XII di Pondok Pesantren Al-Bahjah, Sabtu (18/04/2026). Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya kontribusi santri dalam pembangunan nasional melalui penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.
“Kalau ingin berkontribusi bagi bangsa dan negara, selain dikader sebagai ulama, Adik-Adik sekalian bisa jadi hikmatal hukama atau kader pelaksana kebijakan,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa hikmatal hukama mencakup berbagai peran strategis sebagai teknokrat maupun birokrat yang terlibat dalam proses pengambilan kebijakan di berbagai sektor. Menurutnya, peran tersebut sangat penting dalam menentukan arah pembangunan bangsa.
Lebih lanjut, Nusron menegaskan bahwa kekuatan suatu negara sangat dipengaruhi oleh penguasaan bidang STEM (science, technology, engineering, and mathematics). “Kenapa Iran bertahan, karena swasembada pangan, swasembada energi, dan memiliki teknologi yang kuat,” jelasnya.
Ia pun mendorong para santri untuk melanjutkan pendidikan di bidang strategis seperti teknologi pangan, energi, hingga geologi guna mendukung kemandirian nasional. Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyebut sejumlah sektor penting yang membutuhkan peran kader kebijakan, di antaranya pertahanan keamanan, hukum, keuangan, pangan, energi, telekomunikasi, kesehatan, logistik, manufaktur, serta pendidikan dan pelatihan.
Menutup arahannya, Nusron mengingatkan bahwa masa depan bangsa berada di tangan generasi muda. “Jangan ragu, negara ini membutuhkan para santri. Pemuda hari ini adalah pemimpin pada masa yang akan datang,” pungkasnya.
Pemerintah berharap dorongan ini dapat memotivasi santri untuk mengambil peran lebih luas dalam pembangunan nasional berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.(rls:tomy/jk)










