Pesan Iman RD Ponsianus Ongirwalu di Tengah Duka Keluarga Masriat

banner 468x60

http://info86news.com | Amdasa, 29 April 2026 – Di tengah suasana duka yang menyelimuti keluarga besar Masriat, Vikaris Episkopal Kevikepan Kepulauan Tanimbar dan Maluku Barat Daya, RD Ponsianus Ongirwalu, menegaskan pesan iman dan pengharapan saat memimpin sambutan pelepasan jenazah almarhum Ernest Masriat. “Hari ini kita berkumpul bukan hanya untuk meratapi perpisahan, tetapi untuk merayakan iman dan pengharapan,” ujar RD Ponsianus Ongirwalu di hadapan keluarga, imam, dan umat yang hadir.

Ia menekankan bahwa kematian bukanlah akhir dari perjalanan hidup, melainkan pintu menuju kehidupan kekal. Menurutnya, almarhum telah menyelesaikan ziarah hidup dengan penuh makna, baik sebagai kepala keluarga maupun sebagai pribadi yang memberi teladan iman.

Kehadiran Pastor Johma Masriat dalam prosesi tersebut disebutnya sebagai simbol bakti seorang anak yang mengantar orang tua ke peristirahatan terakhir. “Almarhum telah menyelesaikan ziarah panjangnya di dunia ini dan kini kembali ke rumah Bapa di Surga,” katanya.

RD Ponsianus Ongirwalu juga memberikan penguatan kepada keluarga yang ditinggalkan agar tetap teguh dalam iman, seraya menegaskan bahwa Gereja hadir mendampingi mereka dalam duka. “Kami semua berdiri bersama keluarga. Duka ini kita jalani bersama dalam iman kepada Kristus,” ungkapnya.

Sebagai peneguhan, ia mengutip firman Tuhan dalam 2 Timotius 4:7: “Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.”

Menurutnya, ayat tersebut menjadi pengingat bahwa kehidupan almarhum adalah kesaksian iman yang telah diselesaikan dengan setia.

Dalam sambutannya, ia juga menyampaikan duka cita mendalam atas nama Gereja di wilayah KKT-MBD, sekaligus mengapresiasi keteladanan hidup almarhum yang telah menjadi berkat bagi keluarga dan umat.

Menutup pesannya, RD Ponsianus Ongirwalu mengajak seluruh umat mengantar kepergian almarhum dengan doa dan keyakinan akan damai sejahtera abadi.
“Selamat jalan, Bapak Ernest. Istirahatlah dalam damai abadi,” tutupnya.

Prosesi pelepasan berlangsung khidmat, meninggalkan pesan kuat tentang iman, pengharapan, dan kebersamaan di tengah kehilangan.(rls/wu/jk)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *