Bupati Pasaman Turun Langsung dalam Program Kali Bersih, Sungai Panapa Jadi Fokus Perhatian

banner 468x60

Lubuk Sikaping, Pasaman Bupati Pasaman, Welly Suhery, turun langsung mengikuti kegiatan Program Kali Bersih (Prokasih) di aliran Sungai Panapa, Lubuk Sikaping, Kamis (3/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Pasaman dalam menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mendorong kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kelestarian sungai.

Kehadiran Bupati Welly Suhery dalam kegiatan tersebut menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk tidak hanya mengimbau masyarakat menjaga kebersihan, tetapi juga terlibat secara langsung dalam kegiatan pelestarian lingkungan.

Menurut Welly, sungai memiliki peran penting bagi kehidupan masyarakat sehingga kebersihan dan kelestariannya harus menjadi perhatian bersama. Pemerintah, kata dia, tidak akan mampu menjaga kebersihan sungai secara maksimal tanpa dukungan dan kesadaran masyarakat.

“Menjaga kebersihan sungai bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab kita bersama. Sungai adalah bagian penting dari lingkungan dan kehidupan masyarakat,” ujar Welly.

Ia menegaskan, kegiatan Program Kali Bersih hendaknya tidak sekadar menjadi agenda seremonial atau kegiatan bersih-bersih sesaat. Lebih dari itu, Prokasih harus mampu membangun perubahan perilaku masyarakat agar tidak lagi menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan sampah.

Kebiasaan membuang sampah ke sungai, lanjutnya, berpotensi menimbulkan pencemaran, mengganggu ekosistem serta menghambat aliran air. Jika tidak ditangani secara serius dan berkelanjutan, kondisi tersebut dapat berdampak terhadap kualitas lingkungan dan kenyamanan masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai.

Bupati Pasaman juga mengajak masyarakat yang berada di sekitar Sungai Panapa untuk menjaga kebersihan lingkungan mulai dari lingkungan tempat tinggal masing-masing.

“Mari kita jaga sungai ini bersama. Jangan buang sampah ke sungai. Kalau lingkungan bersih, masyarakat juga akan merasa nyaman dan sehat,” katanya.

Welly turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, persoalan kebersihan lingkungan membutuhkan semangat gotong royong serta kolaborasi antara pemerintah, masyarakat dan berbagai unsur terkait.

Ia berharap kegiatan Prokasih di Sungai Panapa dapat menjadi pemicu lahirnya gerakan kepedulian lingkungan yang dilakukan secara konsisten. Dengan demikian, kebersihan sungai tidak hanya terjaga saat kegiatan berlangsung, tetapi menjadi kebiasaan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Pemerintah Kabupaten Pasaman, kata Welly, akan terus mendorong berbagai program yang melibatkan masyarakat secara langsung dalam menjaga kebersihan, kelestarian sungai dan kualitas lingkungan.

“Kalau kepedulian masyarakat tumbuh, menjaga lingkungan akan menjadi budaya. Ini yang harus kita bangun bersama untuk Pasaman yang bersih, sehat dan nyaman,” pungkasnya.

(Abdi Novirta)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *