Kapus Punggava Tompe Sirenja Adwan SKM, Berharap 2027 Zero — Nol Stunting, Dan Penguatan Posyandu Serta Sinergi Antar Elemen Masyarakat

banner 468x60

 

Donggala – Sulteng Target zero Stunting ( Nol Stunting) di tingkat desa dapat di capai melalui Intervensi sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun ( 1000 hari ) pertama kehidupan.

Kemudian kepala Puskesman memegang peran krusial sebagai penggerak utama program ini di tingkat masyarakat.
Berikut adalah langkah strategis dan program nyata yang perlu dijalankan untuk mewujudkan desa bebas stunting.

Adapun intervensi Spesifik ( Kesehatan & Media ) adalah : Kunjungan Bumil yakni Memastikan ibu hamil periksa menimal 6 kali,
Pil tambah darah : memberikan tablet Vitamin untuk mencegah anemia Bumil,
Imunisasi dasar : Melengkapi jadwal imunisasi bayi di Posyandu.
Pantai tumbuh kembang : Menimbang dan mengukur tinggi badan balita rutin, Pendamping ASI ( MP – ASI ) Kaya protein hewani.
Kemudian Intervensi Sensitif ( Lingkungan & pendukung) ialah :
Pertama Akses air bersih dan memastikan mendapat air layak minum, Jamban sehat adalah menghentikan kebiasaan buang air besar sembarangan ( BABS ), Edukasi remaja adalah Memberikan pemahaman kesehatan reproduksi kepada remaja putri, Konseling pranikah ialah membekali calon pengantin tentang kesiapan Kehamilan.

Penguatan peran POSYANDU dan Kader : Revitalisasi Posyandu ialah Meningkatkan kualitas alat ukur ( Antropometri ) yang akurat,

Pelatihan kader adalah Melatih Kader Pembangunan Manusia ( KPM ) untuk mendeteksi stunting
Kunjungan rumah adalah Melakukan pelacakan langsung ( Sweeping ) bagi balita yang absen di Posyandu.
Lalu kolaborasi Lintas Sektor ( Konvergensi) :
Dana desa ialah Mendorong Kepala Desa mengalokasikan anggaran untuk PMT ( Pemberian Makanan Tambahan ) lokal.
Bapak Asuh, Stunting Adalah Mengajak sektor swasta atau tokoh masyarakat menjadi Donatur pemenuhan Gizi anak asuh .
Program PKH ialah Mensinerkan bantuan sosial pangan bagi keluarga berisiko Tinggi.

Kami sebagai Kepala Puskesmas Punggava Tompe Sirenja Adwan, SKM, juga berharap hanya bisa terwujud jika ada komitmen bersama antara pihak Puskesmas, Pemerintah Desa, Kader Kesehatan, dan kesadaran dari orang tua didesa tersebut.

Wilayah Kecamatan Sirenja ini Stunting jangan bertambah upaya tetap ada zero.
Dari Rembuk Stunting untuk menyusun kegiatan – kegiatan apa yang di lakukan untuk 2027 baik penanganan Stunting, supaya di cegah dengan rembuk itu
upaya – upaya apa yang di lakukan, demikian dikatakan Kapus Punggava Tompe Sirenja Adwan, SKM, Kepada Awak Media Ini, usai Pelaksanan Kegiatan Rembuk Stunting di Kantor Desa Dampal, Senin, 24 Agustus 2026.

Kepala Puskesmas Punggava Tompe Sirenja Adwan, SKM, mengatakan, Apa lagi Pak Kades sampaikan mungkin di undang Orang tuannya ikut rapat supaya tahu persoalan anak nya seperti apa.

Intinya kita dari remaja putri yang tidak sekolah itu yang harus diajak untuk setiap bulan datang ke Pos Pelayanan Posyandu, supaya paham, kan biasa dari situ belum cukup umur sudah menikah ( Perkawinan Usia Dini), jadi muncullah pola asuh, melahirkan dia belum bisa masuk di kartu keluarga karena belum ada buku nikah.

Jadi itu semua yang menjadi kendala. Contoh ketika mau di operasi tidak ada NIP anaknya, terang Kapus Punggava Tompe Sirenja Adwan, SKM.

Harapan nya semua masyarakat Sirenja sehat, penanganan Stunting akurat, dan transparansi.

Olehnya itu mudah – mudahan di 2027 tidak ada lagi Eveseinsi, honor – honor kader itu yang menjadi ujung tombak bersama KPM.

Juga di katakan Kades Dampal Irwan Hi Nazar, menegaskan, Bahwa pencegahan Stunting adalah prioritas bersama yang membutuhkan komitmen kuat, Sinergi lintas sektor, dan pemanfaatan Dana Desa yang tepat sasaran.
Sinergi lintas sektor : Jadi Kades Mendorong kerja sama aktif antara Pemerintah desa, Kader Posyandu, kader Pembangunan Manusia ( KPM ), tenaga kesehatan, dari Puskesmas, dan tokoh masyarakat.
Pencegahan dini ialah Penanganan di fokuskan sejak masa remaja, masa kehamilan, ( pencegahan Ibu hamil KEK atau kurang Energi Kronis ) hingga anak berusia balita.
Membuka ruang dialog dan komunikasi jujur guna membedah data riil di lapangan serta merumuskan rencana tindak lanjut yang konkret, tutur Kades Dampal Irwan Hi Nazar.

Kegiatan ini turut hadir langsung Camat Sirenja Margumi Firdaus, S.Sos, Kapolsek Sirenja Iptu Ahmat Coridji di dampingi Bhabinkamtibmas Desa Dampal Brigpol Syamsul Bakhri, Kepala Puskesmas Punggava Tompe Sirenja Adwan, SKM, Kepala Desa Dampal Irwan Hi Nazar, Kepala BKKBN Kecamatan Sirenja Amna, AMd. Keb, KPM, Kader Posyandu, Sekdes Dampal Moh. Rifai, SH, dan Perangkat nya, para kepala Dusun ( Nursyam), Tim Medis Puskesmas Punggava Tompe Sirenja.

Kegiatan rembuk Stunting berjalan dengan Aman dan Lancar. ( AR )

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *