Lestarikan Warisan Leluhur, Rumah Gadang Kapalo Koto Gelar Lomba Baju Basiba Sesuai Pakem Adat
( TANAH DATAR ) — Info86News.com – Juma’at.10/07/2026/-Dalam upaya merawat dan kembali membudayakan pakaian adat Bundo Kanduang, Jorong Kapalo Koto, Nagari Gurun, Kecamatan Sungai Tarab, Kabupaten Tanah Datar menggelar perlombaan Baju Basiba. Acara yang sarat akan nilai budaya ini berlangsung khidmat pada Kamis, 9 Juli 2026, bertempat di Rumah Gadang Kapalo Koto.
Baju Basiba dikenal sebagai pakaian adat khas Minangkabau yang abadi dari dulu hingga sekarang. Namun, esensi dari pakaian ini bukan sekadar fashion atau tren semata, melainkan sebuah simbol yang sarat akan makna kehidupan dan kehormatan seorang wanita Minang.
Perlombaan kali ini menerapkan syarat dan ketentuan ketat yang diturunkan langsung oleh pakem Bundo Kanduang Minangkabau. Pakaian yang dikenakan harus sopan, menutup aurat hingga ke ujung mata kaki, dilengkapi dengan selendang khas alam Minangkabau, serta hiasan kepala tangkuluak balopak. Perhiasan yang digunakan pun diatur agar tidak mencolok atau norak, sehingga memancarkan aura yang sejuk dan anggun saat dipandang.
”Seluruh peserta dilarang keras mengenakan sepatu. Pakaian adat ini secara turun-temurun dipadukan dengan sandal jepit, bukan sepatu modern,” ujar panitia menegaskan aturan adat tersebut. Kegiatan ini disambut antusias dan diikuti oleh perwakilan Bundo Kanduang dari 12 jorong yang tersebar di wilayah Kecamatan Sungai Tarab.
Acara ini turut dihadiri dan disaksikan langsung oleh Ny. Dwinanda Emira, yang merupakan Bundo Kanduang sekaligus istri dari Wakil Bupati Tanah Datar, Ahmat Padli, SH. Hadir pula Bundo Kanduang Nagari Gurun beserta tokoh masyarakat setempat.
Dalam arahannya, Ny. Dwinanda Emira menyampaikan pesan mendalam bagi generasi perempuan Minang. Beliau menekankan pentingnya memahami filosofi pakaian yang dikenakan, bukan sekadar memakainya secara fisik.
”Seluruh Bundo Kanduang di nagari sebaiknya mengerti dengan pemakaian baju yang dipakainya dan sesuai dengan ketentuan adat yang diturunkan nenek moyang kita dahulu. Seperti berpakaian adat, tidak boleh pakai sepatu, melainkan hanya budaya memakai sandal,” tutur Ny. Dwinanda Emira.
Melalui perlombaan ini, Nagari Gurun berharap marwah dan keaslian tata cara berpakaian Bundo Kanduang tetap terjaga kelestariannya di tengah gempuran modernisasi.
#By Narasi.( Maizetrimal, SH.)
@Https//Info86News.com










