http://info86news.com | Saumlaki – Dalam suasana pagi yang tenang di Sabtu, 16 Mei 2026, pesan rohani yang disampaikan Pastor Pius Heljanan MSC menghadirkan penguatan iman bagi umat Katolik di Kuasi Paroki Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Lauran, Desa Lauran, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Melalui renungan yang bersumber dari Injil Yohanes 16:23b-28, Pastor Pius menegaskan bahwa doa bukan sekadar permohonan manusia kepada Tuhan, melainkan bentuk relasi kasih yang intim antara umat dengan Allah Bapa melalui Yesus Kristus.
“Segala sesuatu yang kamu minta kepada Bapa, akan diberikan-Nya kepadamu dalam nama-Ku,” demikian kutipan sabda Yesus yang menjadi dasar refleksi iman tersebut.
Menurut Pastor Pius Heljanan MSC, janji Kristus tentang terkabulnya doa tidak dapat dipisahkan dari sikap percaya dan kasih umat kepada Yesus. Ia mengingatkan bahwa kasih Allah akan sungguh dialami ketika manusia menempatkan Tuhan sebagai pusat hidup dan membangun hubungan yang setia melalui doa.
Dalam refleksinya, Pastor Pius juga menyoroti pemahaman sebagian orang yang memandang doa hanya sebatas sarana meminta kebutuhan hidup. Padahal, doa memiliki makna yang jauh lebih mendalam, yakni menghadirkan sukacita, ketenangan, dan kedekatan spiritual dengan Tuhan.
Ia menjelaskan bahwa Yesus sendiri menunjukkan sukacita sejati karena hidup dalam relasi yang intim dengan Bapa.
Karena itu, umat diajak untuk tidak menjadikan doa sekadar rutinitas, tetapi sebagai jalan membangun kesetiaan iman di tengah berbagai pergumulan hidup.
“Orang yang rajin berdoa menunjukkan kasih, kesetiaan, dan relasi yang intim dengan Tuhan,” ungkap Pastor Pius dalam pesan rohaninya.
Pesan tersebut sekaligus menjadi ajakan reflektif bagi umat agar tetap mengandalkan doa dalam menghadapi tantangan kehidupan sehari-hari. Di tengah berbagai persoalan sosial, ekonomi, maupun pergumulan pribadi, doa diyakini menjadi sumber kekuatan batin dan harapan.
Melalui permenungan itu, Pastor Pius Heljanan MSC mengajak umat untuk terus percaya bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan orang-orang yang datang kepada-Nya dengan iman dan ketulusan hati. Dalam keyakinan itulah, sukacita dan pengharapan kristiani tetap hidup di tengah kehidupan umat beriman.(jk)










