http://info86news.com | Saumlaki, 28 April 2026 – Pastor Pius Heljanan, MSC, Kuasi Paroki Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Lauran, Desa Lauran, Kecamatan Tanimbar Selatan, mengajak umat untuk menjadikan karya nyata sebagai cerminan jati diri dalam kehidupan sehari-hari, Selasa (28/4/2026).
Pesan reflektif tersebut disampaikan dalam renungan pagi yang menekankan pentingnya keteladanan melalui tindakan, bukan sekadar kata-kata, sebagaimana tercermin dalam Injil Yohanes 10:22–30.
Karya Nyata sebagai Kesaksian Hidup
Dalam refleksinya, Pastor Pius menegaskan bahwa perbuatan menjadi bukti paling nyata dari identitas seseorang, sebagaimana yang ditunjukkan oleh Yesus dalam pelayanan-Nya. “Pekerjaan-pekerjaan yang Kulakukan dalam nama Bapa-Ku, itulah yang memberi kesaksian tentang Aku,” kutipnya.
Ia menjelaskan, dalam kehidupan bersama, sering kali seseorang dinilai dari latar belakang pendidikan maupun status sosial, sehingga tidak jarang diabaikan atau dipandang rendah.
Ajakan untuk Tidak Rendah Diri
Pastor Pius mengingatkan agar umat tidak terjebak dalam rasa rendah diri, melainkan tetap bertekun dalam bekerja dan memberikan yang terbaik. “Jangan rendah diri dan putus asa, tapi bekerjalah dengan tekun, buatlah yang terbaik. Yang menceritakan kehebatan dan kebaikanmu bukan kata, tapi karya,” pesannya.
Ia menekankan bahwa kerja nyata akan berbicara lebih kuat daripada pencitraan atau sekadar ucapan.
Keteladanan sebagai Kepemimpinan
Lebih lanjut, Pastor Pius mengajak umat untuk menjadi pribadi yang mampu memberi teladan dalam kehidupan sosial.
“Jadilah pemimpin yang menuntun orang pada hidup baik dan benar melalui keteladanan dan karya, bukan dengan kata hampa dan pencitraan,” tegasnya.
Melalui refleksi tersebut, Pastor Pius Heljanan MSC berharap umat semakin menyadari bahwa kualitas hidup dan iman tidak diukur dari apa yang diucapkan, melainkan dari tindakan nyata yang memberi dampak bagi sesama.(rls:ph/jk)










