Bangka Barat, onfo86news.com Peristiwa penenggelaman satu unit ponton oleh warga di Perairan Enjel, Kembang Masam, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat, pada Kamis, 4 Juni 2026, kembali menjadi perhatian publik. Aksi tersebut dilakukan oleh warga yang mengaku geram terhadap aktivitas tambang yang disebut masih berlangsung di kawasan perairan tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sejumlah warga setempat, sekelompok masyarakat dari kawasan Kembang Masam dan sekitarnya mendatangi lokasi aktivitas tambang di Perairan Enjel pada siang hari. Di lokasi tersebut, warga kemudian menenggelamkan satu unit ponton yang berada di area tambang.
Warga menyebut ponton yang ditenggelamkan tersebut diduga berkaitan dengan seorang oknum anggota Kodim di wilayah Bangka Barat. Selain ponton yang ditenggelamkan, satu unit ponton lainnya juga disebut sempat diamankan warga saat kejadian berlangsung.
Peristiwa tersebut semakin menyita perhatian setelah muncul informasi mengenai dugaan penembakan saat warga mendatangi lokasi. Menurut keterangan yang berkembang di tengah masyarakat, oknum tersebut diduga sempat melepaskan tembakan ketika situasi di lokasi mulai memanas.
Sejumlah warga juga menyebut senjata yang diduga digunakan bukan merupakan senjata organik dinas. Namun hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait informasi tersebut maupun status senjata yang disebut-sebut berada di lokasi kejadian.
“Warga sudah lama resah karena aktivitas tambang masih terlihat beroperasi. Akhirnya masyarakat turun langsung ke lokasi dan menenggelamkan ponton tersebut,” ujar seorang warga yang meminta namanya tidak dipublikasikan.
Menurut warga, aksi tersebut merupakan bentuk kekecewaan terhadap aktivitas pertambangan yang dinilai masih berlangsung meskipun sebelumnya telah beberapa kali menjadi perhatian masyarakat dan dilakukan penertiban oleh aparat serta tim gabungan.
Peristiwa di Perairan Enjel, Kembang Masam itu kini memunculkan berbagai pertanyaan di tengah masyarakat, mulai dari dugaan keterlibatan oknum aparat dalam aktivitas tambang hingga informasi dugaan penembakan yang terjadi saat insiden berlangsung.
Masyarakat berharap aparat penegak hukum dan instansi terkait dapat memberikan penjelasan secara terbuka mengenai peristiwa yang terjadi pada 4 Juni 2026 tersebut, termasuk status ponton yang ditenggelamkan, ponton yang diamankan, serta berbagai informasi yang berkembang pasca-kejadian.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak TNI maupun instansi terkait mengenai dugaan keterlibatan oknum Kodim dan dugaan penembakan yang disebut terjadi saat aksi penenggelaman ponton di Perairan Enjel, Kembang Masam, Kabupaten Bangka Barat.










