http://info86news.com | Jakarta – Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional, Ossy Dermawan, mengingatkan pentingnya menjaga nilai integritas dalam menjalankan profesi penilai saat menghadiri kegiatan halalbihalal yang diselenggarakan Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI) dalam rangka Idulfitri 1447 Hijriah di Jakarta, Rabu (8/4/2026).
Dalam sambutannya, Wamen ATR/Waka BPN menegaskan bahwa profesi penilai memiliki tanggung jawab besar karena setiap nilai dan angka yang ditetapkan membawa konsekuensi bagi banyak pihak.
“Idulfitri mengingatkan ada fondasi yang harus kita bangun, yaitu kejujuran hati dan kebersihan niat kita. Terlebih bagi profesi penilai, tentunya setiap nilai yang ditetapkan, setiap angka yang ditulis, akan membawa konsekuensi bagi banyak pihak,” ujar Ossy Dermawan.
Menurutnya, profesi penilai merupakan profesi yang sangat intelektual, namun dalam praktiknya setiap keputusan yang diambil tidak terlepas dari dimensi etika dan moral.
“Di sinilah pentingnya kami menyampaikan dan mengingatkan kepada kita semua untuk menghadirkan hati dalam setiap keputusan yang kita buat,” lanjutnya.
Kegiatan halalbihalal yang mengusung tema Menapaki Jejak Baru, Mengukir Berkah dalam Harmoni itu dihadiri ratusan peserta, termasuk para anggota MAPPI dari berbagai daerah.
Sementara itu, Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional MAPPI, Budi Prasodjo, menyampaikan bahwa profesi penilai kini memiliki peran yang semakin luas di berbagai sektor, mulai dari asuransi, kebijakan publik, hingga perbankan.
“Namun, yang utama adalah bagaimana profesi penilai ini berpengaruh kepada kebijakan sektor pemerintah, bagaimana kita membantu pemerintah di dalam pembebasan tanah bagi kepentingan infrastruktur itu merupakan sumbangsih sektor profesi penilai di dalam pemerintah memberikan kebijakan kepada masyarakat luas dan khususnya bagi pertumbuhan ekonomi secara nasional,” kata Budi Prasodjo.
Dalam kesempatan tersebut, Wamen ATR/Waka BPN turut didampingi Tenaga Ahli Menteri Bidang Administrasi Negara dan Good Governance, Ajie Arifuddin, serta Direktur Penilaian Tanah dan Ekonomi Pertanahan, Yuliana, bersama jajaran lainnya.(rls:tomy/jk)










