Padang, info86news.com PT Palma Pertiwi Makmur memberikan tanggapan atas dugaan permasalahan dalam proyek ketahanan pangan terintegrasi senilai Rp350 miliar yang belakangan menjadi sorotan publik.
Informasi yang berkembang sebelumnya menyebutkan adanya dugaan ketidaksesuaian dalam proses kerja sama proyek yang melibatkan sejumlah pihak perusahaan.
Hal tersebut turut memunculkan perhatian dari berbagai elemen, termasuk lembaga swadaya masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Direktur PT Palma Pertiwi Makmur, Mardianto, menegaskan bahwa proyek ketahanan pangan tersebut memang ada, namun hingga saat ini masih berada pada tahap persiapan dan belum berjalan secara operasional.
“Proyek ini memang benar ada, namun sampai saat ini masih dalam tahap persiapan internal dan belum memasuki tahap pelaksanaan di lapangan. Kami berkomitmen untuk menjalankan seluruh proses sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku,” ujarnya pada awak media.
Terkait adanya isu yang berkembang mengenai kerja sama dan transaksi dalam proyek tersebut, pihak perusahaan menyatakan bahwa hal tersebut akan menjadi bagian dari proses klarifikasi dan evaluasi internal.
“Kami memahami adanya dinamika informasi yang beredar.
Namun kami memastikan bahwa setiap proses akan kami tindak lanjuti sesuai prosedur dan prinsip kehati-hatian dalam kerja sama bisnis,” tambah Mardianto.
Sebelumnya, LSM P2NAPAS turut menyoroti proyek ini dan mendorong adanya transparansi dari seluruh pihak yang terlibat, mengingat nilai proyek yang cukup besar serta menyangkut sektor strategis ketahanan pangan.
Ketua Umum LSM P2NAPAS, Ahmad Husein Batu Bara, menyatakan bahwa pihaknya akan terus mengawal perkembangan kasus ini.
“Kami mendorong agar seluruh pihak dapat memberikan klarifikasi secara terbuka. Transparansi sangat penting untuk menjaga kepercayaan publik, khususnya dalam proyek yang bernilai besar seperti ini,” katanya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa P2NAPAS tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah dalam mengawal persoalan tersebut.
Sementara itu, pihak kepolisian melalui SPKT Polsek Kuranji mengonfirmasi bahwa laporan terkait telah diterima dan saat ini masih dalam tahap penyelidikan.
Proses tersebut mencakup pengumpulan data dan keterangan dari berbagai pihak untuk mendalami duduk perkara.
Kasus ini menjadi perhatian publik karena melibatkan nilai proyek yang besar serta pentingnya prinsip transparansi, akuntabilitas, dan tata kelola yang baik dalam kerja sama bisnis, khususnya pada sektor strategis.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak-pihak lain yang disebutkan dalam laporan tersebut belum memberikan pernyataan resmi tambahan.
Abdi Novirta










